Mengaku Konsultan Jalan Tol Sumatera, Ibu Muda Gasak Uang Ratusan Juta milik Warga Lamteng

0
1205

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kabupaten Lampung Tengah  yang hingga saat ini belum terealisasi ternyata sudah menjadi incaran para pendulang rupiah yang

Yangin terlibat dalam mega proyek tersebut. Mereka yang mencoba peruntungan pun berasal dari berbagai profesi dan melakukan caranya masing-masing.

Dari berbagai kalangan itu ada seorang ibu muda yang mengaku sebagai konsultan perusahaan jasa dan kontruksi PT Triputra Utama Sultra yang berkantor pusat di Kota Kendari, Sulawesi Utara. Wanita bernama Winda Apriyanti asal Kabupaten Tangerang, Provinsi Jawa Barat ini berhasil menggasak uang ratusan juta milik warga Lampung Tengah.

Modus pelaku yang mengaku lulusan sarjana sastra tersebut berpura-pura siap dalam pengadaan barang dan material untuk pembangunan

JJTS dengan syarat mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu dengan dalih untuk pengadaan awal.

Untuk mengelabui calon korbannya, pelaku yang mengaku pernah tinggal

di Lampung Tengah ini tak segan mencantumkan gelar Sarjana Hukum pada setiap

kartu namanya. Belakangan wanita ini mengaku bahwa penulisan SH

tersebut bukanlah suatu titel namun itu hanya kesalahan penulisan oleh percetakan.

Menurut Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Harto Agung Cahyono mengatakan, dalam aksinya konsultan yang kini tidak tahu di mana alamat kantornya

pindah ini dibantu oleh tiga orang sebagai asistennya. Mereka ditangkap petugas di Bakauheuni, Lampung Selatan saat akan menyeberang untuk kabur ke Pulau Jawa

Sementara itu, warga yang lahanya terkena jalur pembangunan JTTS mengaku bingung dengan persoalan pembebasan lahan mereka yang tak

kunjung selesai. Mereka mengaku sudah berulang kali mengadukan hal ini ke DPRD setempat untuk

bertemu dan mediasi dengan tim aprisial namun hasilnya masih nihil.

Menanggapi keadaan yang membingungkan ini, anggota Komisi I DPRD Lampung Tengah Oemarsono  menyarankan para petani pemilik lahan untuk mengelola lahan mereka kembali sambil menunggu kepastian dari pemerintah.(*)

LEAVE A REPLY