Jauh Dari Kata Layak, Honor Kader Posyandu Hanya Rp.30.000

0
158
Portal Lampung, Media Indonesi,
IIlustrasi - Kader posyandu melakukan penulisan data kesehatan bagi l Para balita: gbr/Istimewa

RUBRIK, KULON PROGO – Kesejahteraan para kader posyandu di wilayah Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta jauh dari kata layaka, karena para kader hanya diberi Rp. 30.000 perbulan nya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo DIY, Progo Suharto  mendesak agar pemerintah setempat meningkatkan honor kader penggerak posyandu di wilayah tersebut.

“Kami akan mengusulkan kepada bupati untuk meningkatkan kesejahteran kader posyandu,” katanya.

Melansir Antarnews.com , Keprihatinan terhadap kurangnya kesejahteraan yang diberikan kepada kader posyandu di Kabupaten Kulon Progo juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Sihabudin. Ia mengatakan prihatin dengan kesejahteraan kader posyandu di wilayah ini. Sesuai dengan hasil audiensi dengan kader posyandu, seperti kades Perempuan Menoreh bahwa honor kesejahteraan kades posyandu sangat memprihatinkan. Ia juga mengatakan bahwa selain mendampingi masyarakat, posyandu juga menyiapkan data dari warga masyakat yang dibutuhkan desa, puskesmas dan pemkab.

“Kami berharap pemkab meningkatkan kesejahteraan kader posyandu. Selain itu, kami minta memberikan penghargaan terhadap perjuangan kader posyandu yang telah mencurahkan pikiran dan tenaganya setiap kegiatan masyarakat,” katanya.

“Sumber data yang ada di masyarakat ini disiapkan oleh kader posyandu. Kalau kesejahteraan kader posyandu ini tidak diperhatikan, kasihan mereka,” tambahnya.

Selanjutnya, Komisi IV DPRD Kulon Progo menerima banyak laporan bahwa puskesmas-puskesmas pembantu di wilayah ini tidak memberikan pelayanan secara optimal. Puskesmas pembantu hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyakarat satu hingga dua kali dalam satu minggu, bahkan ada yang tidak memberikan pelayanan.

“Puskesmas pembantu ini berfungsi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kami minta pemkab, khususnya Dinas Kesehatan mengaktifkan kembali puskesmas pembantu,” harapnya.

Turut berkomentar, Anggota Komisi IV DPRD Kulon Progo Edi Priyono mengatakan bahwa keberadaan kader posyandu merupakan kunci keberhasilan pembangunan kualitas generasi bangsa. Sehingga tidak ada alasan pemberian fasilitas dan kesejahteraan yang baik kepada mereka.

“Apa yang dilakukan kader posyandu sangat bermanfaat bagi perkembangan generasi bangsa ke depan,” katanya.

Menurut Istiyani selaku Koordinator Posyandu Bugel, mengatakan Kader Posyandu Bugel siap membantu warga 24 jam. Namun, adapun kendala yang dihadapi lara kader saat melakukan pelayanan di lapangan, yaitu penolakan warga atas kegiatan mereka, seperti pendampingan ibu hamil. Kader posyandu wajib membuat laporan adanya ibu hamil di wilayah tugas mereka, mulai dari kesehatan ibu hamil hingga kecukupan gizi. Ia juga berharap bahwa pemkab memperhatikan kesejahteraan para kader posyandu yang bisa dibilang jauh dari kata layak.

“Kami siap memberikan pengabdian kepada masyarakat secara maksimal,” kata Septiyani.

“Kami tidak menuntut banyak, tapi kami mengharapkan ada perhatian dari pemkab,” harapnya.(*)

LEAVE A REPLY