Inspeksi Tiga Swalayan, Tim DPRD Metro dan BPOM Cuma Temukan Produk Kemasan Rusak

0
625
Komisi II DPRD Kota Metro Bersama BPOM Provinsi Lampung Sedang Melakukan Pengecekan Masa Beralaku Salah Satu Prodak Makanan di Swalayan,Selasa (14/06/2016)

RUBRIK, METRO – DPRD Kota Metro bersama BPOM Provinsi Lampung, didampingi Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan (DP2K) serta Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) menyisir tiga pusat perbelanjaan di Bumi Sai Wawai, Selasa (14/6/2016). Inspeksi mendadak (sidak) bertujuan untuk memastikan bahan makanan dan makanan kemasan bebas dari bahan berbahaya.

Sekretaris Komisi II DPRD Metro Yulianto menerangkan, pihaknya pertama mendatangi Candra Dept Store yang memeriksa waktu kedaluarsa dan kelengkapan izin pada makanan kemasan, termasuk prodak makanan kemasan yang diekspor dari luar. Kemudian tim juga memeriksa bahan makanan seperti ikan, ayam, serta buah-buahan apakah bebas dari kandungan bahan pengawet.

“Kita tidak menemukan makanan kedaluarsa. Hasil tes kandungan formalin pada ikan juga negatif. Artinya ikan yang dijual di sini tidak mengandung bahan pengawet. Begitu juga buah, tidak ada pengawetnya, aman dikonsumsi,” paparnya seusai sidak keamanan dan kehalalan makanan.

Pemeriksaan serupa juga dilakukan pada Giant Swalayan dan PB Swalayan. Di dua tempat ini tim juga tidakĀ  menemukan makanan kedaluarsa dan makanan yang mengandung bahan pengawet. Hanya ada beberapa makanan kemasan yang masih menggunakan label dengan keterangan izin yang belum diperbaharui serta makanan yang kemasannya rusak.

“Kami hanya menemukan makanan kemasan yang izinnya masih menggunakan izin lama yaitu SP yang seharusnya P-IRT. Juga kemasan makanan yang rusak. Garis besar hasil sidak ini pengusaha telah memikirkan keamanan makanan yang dijualnya bagi konsumen,” jelas dia.

Kasi Pemeriksaan BPOM Provinsi Lampung Tuti Nurhayati menambahkan, secara keseluruhan makanan yang dijual di tiga swalayan yang telah diperiksa aman. Namun pihaknya masih akan menunggu hasil pemeriksaan beberapa sampel makanan untuk memastikan kandungan di dalamnya.

“Kita sudah ambil lima sampel ya, nanti sore baru kita periksa karena mobil labnya baru tiba nanti sore. Kalau target kita adalah bahan berbahaya yang ditambahkan di makanan, seperti bahan perwarna tekstil, rodamin B, metanil yellow, formalin, dan boraks. Jadi uji lab nanti fokus pada kelima bahan itu. Namun kesimpulan dari pemeriksaan ini, dari ketiga tempat yang kita datangi produk pangan yang diedarkan masuk kategori aman,” kata dia.

Terkait temuan kemasan rusak dan izin versi lama pada kemasan, lanjut dia, pihaknya juga telah memberikan arahan kepada pihak swalayan. Seperti yang ditemukan di PB Swalayan, meski tidak kedaluarsa izin pada kemasan masih SP yang seharusnya P-IRT.

“Nah, untuk izin lama seperti itu kami minta agar pihak swalayan tidak menerimanya lagi jika produsen belum memperbarui izin tersebut. Kita sistemnya pembinaan ya, jadi jika kami menemukan ada bahan berbahaya di makanan, maka makanan itu akan kita sisihkan agar tidak dijual lagi. Kemudian baru kita cari keterangan dari mana pedagang itu mendapatkannya. Jadi cari persoalannya di hulu dulu baru cari solusinya. Tidak langsung menyita dan menindak pedagang, kasihan jika itu hanya pedagang kecil,” tutupnya.(*

LEAVE A REPLY