Gara-gara Ini Puluhan Kontraktor Geruduk Unit Layanan Pengadaan Pemkab Lampung Tengah

0
933
Lamteng,Syamsudin, ULP Lampung Tengah
Anggota DPRD Syamsudin diantara kontraktor yang ngeluruk ke ULP

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Puluhan kontraktor di Lampung Tengah mendatangi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkab Lamteng, Kamis (31/5/2018).

Dalam aksinya mereka menyuarakan ketidak puasan terhadap panitia yang tidak transparan dalam proses pemenang lelang.

Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Lampung Tengah Syamsudin yang sempat hadir dan meredam suasana semula memanas. Ia mengaku kehadirannya menyikapi laporan indikasi kecurangan pihak ULP.

“Tadi mau berangkat ke kantor dijegat oleh rekan-rekan kontraktor, sampai di sini sudah banyak orang. Ya sudah saya hanya menyikapi laporan kecurangan dari pihak ULP. Dan saya menerima laporan dari kawan-kawan kontraktor maupun LSM akan banyaknya kejanggalan dalam pengadaan pelelangan yang dilakukan pihak ULP Lamteng. Untuk jelasnya maka hari ini saya turun langsung ke ULP Lampung Tengah bersama teman-teman untuk meminta kejelasannya seperti apa dari pihak ULP sendiri,” terang Syamsudin.

Dari keterangan para kontraktor bahwa mereka dicurangi oleh pihak ULP, karena kesalahan-kesalahan yang ada pada berkas mereka bukanlah kesalahan dari pihak kontraktor melainkan adanya permainan yang dilakukan oleh pihak ULP itu sendiri.

”Di sini para kontraktor ingin lelang dilakukan secara transparan dan profesional dan saya berpesan kontraktor juga harus bersikap profesional. Jika kita kalah di ring dengan cara yang benar maka harus legowo, tapi mereka juga berhak menuntut jika menang tetapi digugurkan dengan cara yang tidak benar,” tegas anggota Komisi 1 DPRD Lampung Tengah ini.

Hadi Juanda, salah satu peserta lelang, mengaku datanya selalu disalahkan oleh pihak panitia. Padahal seharusnya data itu sudah dicek dan diketahui keaslian password perusahaan itu oleh pihak panitia dari awal pelelangan.

“Ya, saya merasa di pelelangan tahun 2018 ini ada banyak kejanggalan, seperti dalam proses upload data penawaran yang disebutkan mereka salah kamar lah atau apapun itu. Saya merasa adanya indikasi kesalahan upload itu sengaja dilakukan oleh pihak panitia,” jelas Juanda.

Untuk memastikan indikasi kesengajaan penukaran data penawaran yang dilakukan oleh pihak panitia, Juanda bersama peserta yang lain siap membawa bukti uplod perusahaan yang sudah benar dilakukan sejak awal dan tidak adanya kesalahan dari pihak perusahaan.

Sekretaris ULP Lampung Tengag Rahayu mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses pelelangan secara prosedur dan benar.

Terkait adanya laporan indikasi penukaran data peserta yang dilakukan pihak panitia, ia mengatakan tidak tahu.

”Proses dilakukan secara terbuka dan transparan, sudah sesuai dengan aturan. Soal ada yang menukar data para peserta lelang saya malah tidak tahu,” tutup Rahayu.(*)

LEAVE A REPLY