Datang ke Lamtim, Mensos Ancam Copot Pendamping Jika Ada Potongan Dana Program Keluarga Harapan

0
741

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (3/9/2016).

Di kabupaten ini, Mensos menghadiri dua agenda, yaitu memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) secara simbolis di gedung Pusiban dan melantik ketua Muslimat Nahdlatul Ulama di Islamic Center.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan, warga Lampung Timur yang mendapatkan PKH sebanyak 20.013 keluarga, dengan rincian 60 jiwa untuk bantuan lanjut usia, 149 jiwa bantuan disabilitas, 85.458 keluarga bantuan beras sejahtera, dua unit bantuan logistik penanganan bencana dan 370 keluarga bantuan hibah dalam negeri.

Nilai total anggaran yang diterima oleh 20.013 kepala keluarga sebesar Rp 37.251.235.000. Kemudian bantuan kendaraan siaga bencana Lampung Timur, yaitu satu unit mobil tangki air dengan nilai satuan Rp 375.292.300, dan sebuah motor TRC dengan nilai satuan Rp 30.427.100.

Terkait PKH, Mensos mewanti wanti kepada pendamping yang mengawasi penyaluran dana PKH bagi masyarakat kurang mampu agar tidak ada potongan.

Apabila ada temuan bahwa bantuan bagi warga kurang mampu ada pemotongan maka pendamping bertanggung jawab penuh, begitu juga penyalurannya harus tepat sasaran.

“Pendamping harus turut kerja yang profesional jika di tempat tugasnya ada penerima PKH anggarannya dipotong maka pendamping akan dikenakan sanksi, bisa jadi dikeluarkan dari tugas pendampingannya,” tegaa Khofifah.

Dia melanjutkan, rencana perluasan penerima PKH untuk Lampung Timur sebesar 17.873 keluarga. Sementara itu untuk Provinsi Lampung penerima PKH sebanyak 145.721 keluarga, dengan nominal Rp 286.185.335.000.(ag)

 

LEAVE A REPLY