Cegah Populasi dan Penularan Virus Rabies, PCC Metro Kebiri Kucing

0
452
Info Metro, Pat Shope Center Metro, Metronews, Lampung News, Berita Metro
Sejumlah kucing milik warga Kota Metro yang hendak dilakukan Kebiri

RUBRIK, METRO – Populasi kucing liar di Kota Metro dinilai sangat tinggi. Hal ini membuat kekhawatiran terhadap virus rabies dapat menular kapan saja. Menjawab kekhawatiran itu, Pet Care Center (PCC) Metro menggelar bhakti sosial ‘Kebiri Kucing Liar Masal’.

Tercatat ada 50 kucing domestik peliharaan maupun liar milik warga Metro yang dikebiri, di acara kebiri masal PCC Metro, pada hari Sabtu (24/11/2018).

Drh. Parjiya selaku Kabid Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Metro, menjelaskan dengan adanya kebiri masal tersebut dapat. menekan populasi kucing liar di Kota Metro.

Dia mengandaikan, jika 1 kucing liar laki-laki dapat mengawini 10 kucing betina, maka otomatis tingkat populasi adalah 50 anak kucing. Setidaknya, dengan dikebirinya 50 kucing tersebut dapat menekan jumlah kelahiran anak kucing liar di Kota Metro.

“Dengan adanya kebiri masal ini, otomatis populasi kucing liar di Kota Metro berkurang, dan juga untuk mencegah tingginya kasus rabies pada kucing liar,” kata Parjiya.

drh. Mustika Hidayati, M.M., owner PCC Metro, mengatakan PCC Metro selama 7 tahun ini selalu bekerjasama dengan pemerintah melalui dinas terkait dalam menangani masalah hewan peliharaan atau hewan liar.

Tak hanya kebiri masal, vaksin rabies gratis hingga penanggulangan masalah kucing juga kerap dilakukan oleh PCC Metro yang berada di Jalan AR. Prawiranegara, depan Satgas Damkar Metro tersebut.

“Kami berharap, PCC ke depan terus dapat bekerjasama dengan dinas terkait, untuk menanggulangi masalah hewan di Kota Metro, nantinya PCC juga akan terus membuat event event kepedulian terhadap hewan peliharaan atau hewan hewan liar di Kota Metro,” katanya.

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung drh. Ruri Astuti Wulandari mengatakan, pengendalian penyakit rabies salah satunya adalah dengan pengendalian populasi. “Dengan adanya kebiri ini, dapat mengendalikan populasi. Hal ini sangat penting,” katanya.

Menurut Parjiya, keberadaan kucing liar di Kota Metro sangat tinggi. Karena Kota Metro dinilai sangat strategis bagi masyarakat luar Kota Metro untuk membuang kucing liar.

“Karena di Metro banyak rumah makan, ada juga rumah sakit. Banyak orang luar Metro yang membuang kucing di sini. Sebetulnya membuang kucing bukanlah sebagai solusi menekan populasi kucing, karena itu hanya memindahkan saja, dan kucing dapat kembali ke tempat asalnya,” katanya.

drh. Dody Irwan Suparno, dari Tunas Daya Veterinaria selaku penyedia alat kesehatan dan obat hewan sangat mendukung kegiatan ini, menurut dia kegiatan semacam ini harus selalu dilakukan baik di kota kota besar maupun di tingkat kabupaten, mengingat populasi hewan liar seperti kucing dan anjing sangat rawan terhadap penyebaran virus menular. (yus)

LEAVE A REPLY