BPN/ATR Sosialisasi Sentuh Masyarakat Desa

0
1214

Lampung Tengah – Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadi sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di Wilayah Lampung.

Tak jarang antar masyarakat, baik antar keluarga sengketa lahan juga terjadi hal tersebut membuktikan penting nya sertifikat tanah sebagai Tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

Untuk itu lah Kantor Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Lampung Tengah menggelar Sosialisasi program Pendaftaran Tanah sistematis Lengkap (PTSL) untuk warga Kampung Sulusuban kecamatan Seputih Agung, Bertempat di Balai Kampung setempat, Rabu (24/4/19).

“Program PTSL ini memang di luncurkan oleh pemerintah pusat untuk membantu masyarakat agar lebih mudah dalam pengurusan administrasi tanah miliknya sehingga nantinya memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak ada lagi sengketa,”ujar Wiwid Nugroho.

Wiwid mengaku sangat senang melihat antusiasme masyarakat Kampung Sulusuban mengikuti sosialisasi mengenai Program PTSL dan pihak nya akan segera memulai pengukuran tanah warga yang sudah mendaftar untuk ikut dalam program tersebut.

“Saya awalnya kaget tetapi senang , karena yang hadir dalam sosialisasi PTSL di Kampung Sulusuban ini sangat banyak warganya dan belum ada yang seperti ini di tempat lain.Dan besok tim BPN akan segera hadir kembali guna melakukan pengukuran tanah warga yang sudah mengajukan permohonan ikut dalam program PTSL ini,”ungkap nya.

Sedangkan Ketua Kelompok masyarakat (Pokmas) PTSL Kampung Sulusuban ,Sabar mengatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan masyarakat lainnya untuk mempercepat proses pembuatan PTSL tersebut.

“Pokmas dan aparatur Kampung serta masyarakat Kampung Sulusuban siap membantu dan bekerja sama dengan Tim dari BPN , agar proses pembuatan sertifikat ini berjalan lancar tidak ada kendala. karena program ini sangat di harapkan sekali oleh warga yang belum mempunyai sertifikat tanah,sehingga kedepannya di Kampung Sulusuban tidak ada permasalahan sengketa lahan antar warga,” tutup Sabar. (red)

LEAVE A REPLY