Begini Akibatnya Kalau Ibu Pakai Sabu-sabu, Bayi Lima Bulan Ini Positif Narkoba

0
1139
Swami-Istri dan anak positif terkena Sabu

RUBRIK, PALANGKARAYA – Seorang bayi berusia lima bulan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dinyatakan positif terdampak narkoba jenis sabu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Sumirat Dwiyanto pada konferensi pers di Palangkaraya, Kamis (19/1/2017).

Sumirat mengatakan bahwa bayi berusia lima bulan tersebut dinyatakan positif narkoba jenis sabu setelah menyusu pada ibunya yang diketahui menggunakan sabu.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com, hal ini terungkap setelah tertangkapnya dua pengedar sabu bernama Tan Tsi Chuan atau Babeh (62) dan M Denny Hidayat (33) atau Deny di sebuah kios tempat usaha Deny di Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya.

Deny yang juga merupakan ayah dari bayi lima bulan tersebut mengaku sengaja memberikan sabu kepada sang istri atau ibu dari bayi tersebut yang berinisial RI (22) sejak 1,5 bulan lalu.

“Ini kasus pertama kali yang terungkap (ibu menyusui konsumsi sabu) selama 6 tahun saya sebagai Kabag Humas. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semuanya,” kata Sumirat didampingi kepala BNN kota Palangka Raya M Soedjai, Kasat Narkoba Polres Palang Karaya AKP Gatoot Sisworo, Kepala Kemenkumham Kalteng Agus Purwanto dan sejumlah pejabat lainnya.

“Pada saat kita lakukan penangkapan terhadap Babeh dan Deni di situ juga ada istri Deni dan anaknya yang masih berusia 5 bulan. Setelah kita lakukan pemeriksaan ternyata istri Deni dan anak perempuannya itu positif,” katanya.

Menurut Sumirat, karena sang ibu memakai sabu maka zat yang telah masuk dalam tubuhnya kemudian juga berdampak pada sang anak yang ditularkan melalui ASI yang disusukan.

Menurutnya efek narkoba bagi bayi itu sangat berbahaya. Reaksinya cepat dan lebih mengerikan bila dibandingkan dengan orang dewasa yang mengisap langsung.

Sang bayi akan sering kali rewel dan suhu badannya pun meningkat. Sementara itu sekarang Deni dan Babeh telah diamankan di kantor BNN Kota Palangkaraya dan RI dan bayi perempuannya diperbolehkan pulang untuk dilakukan rehabilitasi.

“Kita upayakan untuk melakukan rehabilitasi. Sementara sang bayi akan terus kita lakukan observasi secara intensif guna melihat perkembangan kesehatan bayi tersebut. karena sekali lagi ini merupakan kasus pertama yang saya tangani,” kata Sumirat.(*)

LEAVE A REPLY