Ayunan Hasil Karya Napi Lapas Gunung Sugih Laris Manis Terjual

0
679
Lamteng, Lapas Gunungsugih
Ayunan Hasil tangan warga binaan Napi Gunungsugih

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Berkarya, berkarya, dan berkarya. Semangat inilah yang selalu muncul di benak para narapidana di Lapas Gunung Sugih.

Dengan diberikan keterampilan maka narapidana ketika bebas sudah memiliki keahlian untuk bekal hidup di masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sugih, Syarpani saat meninjau Bengkel Kerja Produktif Lapas, Senin (19/2/2018).

Syarpani menyampaikan bahwa saat ini Lapas Gunung Sugih memproduksi ayunan dengan pangsa pasar yaitu  kantor pemerintahan dan taman kanak-kanak di wilayah Lampung Tengah.

“Kami mencoba memproduksi ayunan untuk anak-anak dengan memanfaatkan bengkel las dalam lapas. Dan saat ini sudah laku terjual empat buah ayunan dengan harga Rp 3,5 juta per buahnya,” jelasnya.

Menurut Syarpani, dengan bekerja, narapidana jadi termotivasi hidupnya, dapat mengaktualisasi diri, makin kreatif dan inovatif, serta menimbulkan kebanggaan diri karena adanya pengakuan sosial terhadap hasil karyanya.

Pria penggagas Go Green di lapas yang sudah memiliki tiga anak ini menyatakan bahwa hasil karya narapidana ini akan dipajang di Galeri Pemasyarakatan milik Lapas Gunung Sugih yang berada di lingkungan luar Lapas.

“Untuk menampilkan hasil karya narapidana, pihak lapas memfasilitasi dengan membuka galeri di lapas yang dikhususkan untuk memamerkan hasil karya narapidana yang letaknya ada  kompleks luar Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Rsd (45) seorang narapidana menyampaikan apresiasinya karena telah diberikan pekerjaan di dalam lapas.

“Saya senang dengan adanya program pembinaan bengkel las di dalam Lapas ini, karena saya dapat melatih diri dan menambah keahlian, serta saya juga mendapat premi dari setiap ayunan yang terjual,” ujar pria paruh baya tersebut.(*)

LEAVE A REPLY