Atasi Kelangkaan Pupuk Kimia, Bupati Mustafa Launching Pupuk Ronda

0
665
Petani. Bupati Lamteng, Pupuk Subsidi,
Bupati Lampung Tengah Mustafa bersama warga mengolah pupuk organik.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Untuk mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk kimia, Dinas Pertanian dan Hortikultura Lampung Tengah bekerja sama dengan Dewan Riset Lampung Tengah serta kelompok tani membuat pupuk kompos yang dinamakan Pupuk Ronda.

Bupati Lampung Tengah Mustafa pun langsung meresmikan Pupuk Ronda ini di rumah kompos Kampung Adi Jaya, Kecamatan Terbanggibesar, Rabu (12/4/2017) lalu.

MUSTAFA BUAT PUPUK ORGANIK_3

Mustafa pun mengharapkan ke depan ada satu rumah kompos di setiap karena kampung untuk membantu petani dalam mengatasi masalah pupuk.

“Pupuk Ronda ini lebih ekonomis dikarenakan menggunakan bahan-bahan kompos dan juga kotoran ternak yang mudah diperoleh oleh petani. Terlalu banyak pupuk kimia juga berpengaruh terhadap kesuburan tanah itu sendiri,” ujarnya.

Mustafa mengatakan, pupuk ronda ini dibuat dan akan segera dikenalkan secara luas kepada petani di Lampung Tengah.

“Pupuk Ronda ini merupakan kependekan dari rancangan orang-orang dinamis dan agrobisnis. Bahan-bahan membuat pupuk ini dari kotoran ternak, jerami atau sekam yang dibuat oleh kelompok petani bekerjasama dengan dinas pertanian serta dewan riset Lampung Tengah,” jelasnya.

Lounching Pupunk Ronda,
Mustafa kenalkan produk pupuk organik merk Ronda.

Menurut bupati, pupuk ronda ini merupakan jawaban bagi para petani yang kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga yang murah.

“Dengan diresmikannya pupuk ronda ini, saya berharap ke depan kelangkaan pupuk kimia dapat diatasi. Dan hasil karya petani Lampung Tengah ini dapat juga dikenalkan ke masyarakat petani di luar Lampung Tengah,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah Zulfikar Irwan menjelaskan, yang menentukan jumlah kuota pupuk bagi petani adalah pemerintah pusat.

“Melalui SK gubernur Lampung, saat ini kuota pupuk untuk Lampung Tengah berkurang. Makanya dinas pertanian Lampung Tengah bekerja sama dengan Dewan Riset dan kelompok tani mencari solusi dan digagas lah pupuk kompos Ronda ini,” bebernya.

Menurut Zulfikar, pupuk ronda ini merupakan penjabaran dari program ronda dari Bupati Mustafa, yaitu para SKPD dituntut dapat meronda permasalahan yang ada di SKPD-nya.

Ke depan, kata Zulfikar, pupuk ronda ini akan terus dikembangkan oleh dewan riset guna meneliti kandungan pupuk apakah sudah baik. Dinas pertanian pun menargetkan satu rumah kompos di setiap kampung guna mengatasi kesulitan pupuk di Lamteng.(ADV)

LEAVE A REPLY