Dampak SPBN Kualapenet Tak Beroprasi, Nelayan di Lamtim Rela Antri Solar
RUBRIK, LAMTIM – Dampak dari tidak beroprasinya Setasiun Pengisian Bahanbakar Nelayan (SPBN) di Kualapenet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur. Mengakibatkan puluhan nelayan Menjadi pengecor solar, Senin (1/10/2019).
Deretan antrian pengecor solar dari Kualapenet terus memadati SPBU Labuhanmaringgai dan SPBU Bandarsribhawono Lampung Timur.
Salah seorang nelayan yang menjadi pengecor solar, Yanto menganggap mengecor solar dengan membawa Derigen tersebut tidak melanggar aturan , karena ia membeli solar untuk nelayan mencari nafkah ,”terus kalau gak beli dengan derigen ke SPBU, para nelayan mau beli solar dimana untuk keperluan melaut.”.Kata Yanto
Jika Yanto dan rekannya menjual solar diatas harga Het, dan hanya lebih seribu per liter kepada nelayan lain, itu hal yang wajar, kelebihan tersebut sebagai upah dirinya ke SPBU yang berjarak hingga 20 kilo lebih. Jika pemerintah tidak menginginkan adanya pengecor solar di Kualapenet, pemerintah harus menghidupkan kembali SPBN di Kualapenet.
“Pemerintah harus bisa memberikan solusi yang baik untuk kami (nelayan)”.lanjut Yanto.
Sementara itu salah seorang wakil rakyat setempat, Andre sudah mendesak pihak dinas terkait melalui hearing untuk memberikan ijin oprasi SPBN namun belum direspon dinas terkait ,”saya sudah hampir putus asa memperjuangkan keinginan nelayan, tapi tidak ada respon sama sekali dari perintah daerah ataupun dinas terkait soal SPBN Kualapenet”.Tegas Andre. (Agus Susanto)