Nelayan Lampung Timur Mengeluh Pasokan Bahan Bakar Terbatas
RUBRIK,LAMTIM – Nelayan Labuhanmaringgai kesulitan bahan bakar, dalam satu bulan nya para pengais ikan di Kecamatan ini membutuhkan sekitar 18 tangki atau 3 tangki setiap satu pekan namun hal tersebut tidak sebanding dengan pasokan bahan bakar solar yang di distribusikan ke wilayah ini sehingga membuat para nelayan kesulitan dalam hal bahan bakar.
Dengan sering tidak terpenuhinya kuota solar di Setasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Desa Muaragadingmas, Kecamatan Labuhanmaringgai. Pemilik SPBN harus ektra jeli untuk membagi solar kepada nelayan.
Namun jika kuota solar terpenuhi yaitu 3 tengki dalam satu minggu, pemilik SPBN tidak lagi kebingungan mengatur pembagian solar kepada nelayan,”disini kami harus melayani 600 an kapal nelayan Muaragadingmas.”Ujar pemilik SPBN Alfian saat di konfirmasi, Minggu (5/8/2018).
Menurut Alfian solar yang di jual kepada nelayan harganya tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu 5.110 /liter. Namun jika kuota solar tidak mencukupi nelayan harus membeli kepada tengkulak (pengecer) dengan harga di atas Het.
Untuk menyiasati agar mendapatkan solar nelayan menitipkan jerigen lebih dulu di SPBN, jika solar datang sewaktu waktu mereka yang menitipkan jerigen dipastikan kebagian solar, sebab solar merupakan bahan bakar utama bagi nelayan untuk mengkais rejeki di tengah laut Labuhanmaringgai.
Seorang nelayan Desa Muaragadingmas, Sanuri (50) mengaku jika SPBN Labuhanmaringgai kuota solarnya tidak terpenuhi, nelayan harus membeli solar tambahan kepada pengecer dengan harga di atas Het. Atau membeli sendiri ke SPBU Labuhanmaringgai dengan jarak tempuh 10 kilo meter,”harapan kami kalau bisa kuota solar di SPBN Labuhanmaringgai bisa terus tercukupi.”Kata Sanuri.
(Gus)