Bupati Lamteng Siap Dukung Implementasi Inovasi Kreatif Pemenang Lomba TTG

0
137

RUBRIK, LAMTENG – 12 pemenang lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2018 diumumkan untuk kategori umum dan pelajar.

12 pemenang lomba yaitu 6 juara dari kategori umum dan 6 juara dari kategori pelajar. Siswa SMK N 2 Terbanggi Besar keluar sebagai juara pertama untuk kategori pelajar sedangkan juara 1 kategori umum diraih Arianto, warga kampung Simpang Agung.

Lamteng, Berita Lampung, Portal Online Lampung Tengah, Informasi Lamteng
Bupati Lampung Tengah Lorkman Djoyosoemarto

Ketua Dewan Juri Anshori Djausal mengatakan, peserta lomba inovasi TTG tahun ini sangat beragam dan bagus bagus inovasinya. Ke depan diharapkan adanya peran pemerintah daerah untuk pengembangannya.

“Pemenang lomba ini dari berbagai aspek ilmu pengetahuan. Banyak inovasi kreatif yang nantinya bisa dimanfaatkan bagi masyarakat banyak,’’ujar Anshori saat pengumuman di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Sabtu (29/9).

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakatnya  yang  telah berinovasi dan berupaya untuk  membuat terobosan untuk kemajuan daerah

‘’Kita sangat mengapresiasi hasil kreatifitas dari para masyarakat Lampung Tengah. Sebagai bentuk apresiasi kita akan buatkan baliho dan ditempatkan di lokasi strategis,” ungkap Loekman.

Tujuannya agar masyarakat lainnya tergerak untuk berinovasi  dan berupaya membuat terobosan demi kemajuan daerah.

Selain itu juga untuk pengembangan teknologi tersebut, Loekman mengatakan jika diperlukan peran pemerintah daerah maka akan didukung sepenuhnya.

‘’Jika memang dibutuhkan masyarakat Lampung Tengah kita akan mendukung sepenuhnya,’’ kata Loekman.

Salah satu pemenang lomba TTG Rama Gajhi Irean, siswa SMK N 2 Terbanggi Besar mengaku bangga dan senang bisa  meraih juara pertama kategori pelajar. Iovasinya membuat alat pemarut sekaligus pemeras santan kelapa.

‘’Saya sangat senang dan bangga bisa membawa nama baik sekolah. Ke depan akan terus dikembangkan lagi dan dibenahi agar dapat lebih efisien dan  bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Keunggulan mesin tidak hanyabbisa memarut kelapa saja tetapi juga memeras  santan. “Sehingga tidak memerlukan tambahan waktu dan tenaga,’’kata Rama.

Arianto yang mendapatkan juara 1 kategori umum dengan inovasinya membuat bajak roda satu menjelaskan, alat yang dibuatnya dapat digunakan untuk menyiangi tanaman singkong, jagung, dan tebu.

“Jadi tidak pakai tenaga sapi lagi. Inovasi sudah saya lakukan sejak 2014 lalu dan baru berhasil tahun 2018 ini. Memerlukan biaya sekitar Rp7juta untuk satu mesin nya,” jelasnya.(ADV)

LEAVE A REPLY