HomeBERITA LAMPUNGMETROOmbudsman Minta Satker di Metro Perbaiki Pelayanan

Ombudsman Minta Satker di Metro Perbaiki Pelayanan

RUBRIK, METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengadakan pertemuan dengan Ombudsman RI Perwakilan Lampung terkait tindak lanjut hasil nilai kepatuhan. Penilaian ini berkaitan dengan pelaksanaan UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik di Ruang OR, Sekretariat Kota Metro, Rabu (20/1/2016).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Ombudsman Lampung Ahmad Saleh David Faranto mengatakan, pertemuan ini untuk memperbaiki standar pelayanan di Kota Metro yang belum optimal, sehingga masuk dalam zona merah. Sebab, kata dia, dalam pelayanan publik perlu kepastian hukum, serta harus ada standar di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Penilaian tersebut fokus terhadap produk pelayanan pada masing-masing SKPD. Totalnya ada 46 produk pelayanan dan dinilai pada Agustus-Oktober 2015. Sebagai tanggung jawab kami dalam memberikan layanan berdasarkan undang-undang, Ombudsman siap membantu menangani pengaduan terkait dengan instansi yang dilaporkan,” kata David.

Sementara itu, Sekretaris Kota Metro Ishak meminta setiap dinas yang memberikan pelayanan menggelar pertemuan secara khusus bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra. Pertemuan yang dimaksud guna memberikan arahan ke depan. “Pj Wali Kota Metro ingin mengadakan pendampingan dari Ombudsman untuk instansi yang mendapatkan zona merah,” ujarnya.

Pada pertemuan itu, David meminta SKPD di lingkungan Pemkot Metro segera memperbaiki produk pelayanan. Perbaikan tersebut mesti memenuhi standar berdasarkan UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. “Sehingga, predikat kepatuhan standar pelayanan publik atas nama Pemkot Metro dapat berubah dari kepatuhan rendah menjadi kepatuhan tinggi,” kata David.

Selain David, turut hadir pada pertemuan itu Penjabat (Pj) Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra. Chrisna terlihat didampingi Sekretaris Kota Metro Ishak, Asisten III Bidang Administrasi Umum Evi Roffiyanti, dan Kepala Bagian Organisasi Andi Cardinal. Hadir pula para kepala dinas, kepala kantor, dan kepala unit di lingkungan Pemkot Metro.

Dalam pemaparannya, David menjelaskan, penyelenggara pelayanan publik berkewajiban menyusun dan menetapkan standar pelayanan dengan memperhatikan, kemampuan penyelenggara, kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan sebagaimana diatur Pasal 20 ayat (1) UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Komponen standar pelayanan publik meliputi dasar hukum, persyaratan, sistem mekanisme dan prosedur, jangka waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk pelayanan, sarana prasarana, dan/atau fasilitas, kompetensi pelaksana, pengawasan internal, penanganan pengaduan, saran dan masukan, jumlah pelaksana, jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan. Kemudian jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keragu-raguan, evaluasi kinerja pelaksana.

David melanjutkan, ketika kewajiban menyusun dan menetapkan standar pelayanan tidak dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik, maka penyelenggara dikenai sanksi pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagaimana tertuang dalam Pasal 54 ayat (8).(*)

FOLLOW US ON:
Mahasiswa UGM Diduga
Dewan Minta Eksekuti
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam