Mahasiswa UGM Diduga Tewas Tersambar Petir

0
773

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Nasib nahas menimpa Ahmad Fajri (21), warga Gang Rawa Kompeni, RT/RW 05/04, Desa Kamal, Kecamatan Kali Deres, Jakarta Barat. Ahmad diduga tewas tersambar petir ketika bermain handphone di kosnya di Dusun Margo Asri, Desa Rajabasa Lama 1, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, Selasa (19/1/2016).

Ahmad merupakan mahasiswa asal Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang magang di PT NTF Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur.

Kapolsek Labuhanratu Ajun Komisaris Salman Fitri mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.22 WIB. Ketika itu kondisinya hujan lebat disertai petir dan listrik padam. “Saat itu korban yang sedang bermain handphone diduga kaget dengan suara petir lalu tewas. Ini karena tidak ditemukan tanda-tanda bekas tersambar petir di jasad korban,” kata Salman Fitri, Rabu

Menurut Salman, peristiwa itu disaksikan oleh dua rekannya yang juga sedang magang di PT NTF, yaitu Dian Kurnia Putri dan Deni Setiadi. Namun kedua rekannya berada di dapur dan korban di kamar.

Salman mengatakan, dua rekannya baru tahu Ahmad meninggal ketika mengajak salat Isya. Ketika itu menjelang listrik sudah menyala dan teman korban bermaksud mengajaknya salat. Namun, ketika dipanggil dan dibangunkan korban sudah tidak bergerak. Setelah diperiksa, ada darah yang keluar dari pipi korban namun tidak ada luka, Tubuh korban saat itu sedikit membiru. Rekannya pun membawa korban ke RS Permata Hati Way Jepara

“Sampai di rumah sakit nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Diduga kuat korban mengalami serangan jantung akibat sambaran petir,” kata Salman.

Rabu (20/1) pagi, dua rekannya itu membawa jenazah mahasiswa UGM tersebut ke rumahnya di Jakarta Barat.(*)

LEAVE A REPLY