Warga Dusun Purwosari, Gadingrejo Keluhkan Bau Tak Sedap dari Kandang Ayam

0
1654
Gadingrejo,Pringsewu,
Kandang ayam yang menjadi keluhan warga

RUBRIK, PRINGSEWU – Warga Dusun Purwosari, Pekon Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu mengeluhkan bau kotoran ayam dari kandang ayam milik Hi Mulawarman. Warga menuding, bau ayam dan kandangnya mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

“Bau sekali, apalagi kalau anginnya sudah mengarah ke rumah kami,” ujar Sumarno warga Rt 07 RW 02 Dusun Purwosari, Pekon Tegalsari saat ditemui rubrikmedia.com, Jumat (3/3/2017).

Sumarno menuturkan, banyak warga mengeluh lantaran mencium bau tak sedap yang terdapat pada kandang ayam  milik Hi Mulawarman. Selain karena menimbulkan bau, kandang ayam yang berada di tengah permukiman juga menjadi sorotan utama bagi warga.

“Kalau bau kotoran ayam sudah pasti dan warga juga setiap bulannya harus mengeluarkan tambahan uang untuk membeli obat nyamuk karena banyak lalat yang masuk ke rumah warga,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Sutrisno warga lainya. Ia meminta agar ditinjau ulang izin peternakan ayam karena sudah menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Dulu pendirian kandang ayam izinnya sekitar tahun 2005 yang hanya 3 sampai 5 kandang saja, akan tetapi sekarang sudah mencapai 28 kandang, dan  tidak pernah ada musyawarah bersama warga dan lingkungan,” ungkapnya.

Dia berharap instansi terkait agar segera menindaklanjuti keluhan warga. Menurut Sutrisno, ada sekitar 28 KK yang mengeluhkan dari bau kotoran ayam. Ironisnya lagi ada beberapa rumah yang menempel dengan pagar kandang ayam milik Hi Mulawarman.

Warga sudah membuat surat pernyataan dan meminta agar dilakukan tinjau ulang kembali soal izin peternakan ayam.

Sementara itu, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu yang diwakili oleh Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dadan Prasada dan Kasi Pengaduan Penegakan Hukum Dian Pertasari saat menjau lokasi peternakan ayam mengatakan, pihaknya akan melihat kelengkapan perizinan seperti izin lingkungan, SIUP, SITU, dan UKL UPL.

“Apabila perizinan belum lengkap agar menyelesaikannya, apabila tidak bisa melengkapi maka akan distop dulu dengan berkoordinasi dinas terkait,” singkatnya.

Sementara saat Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu meminta konfirmasi kepada pemilik kandang, Hi Mulawarman belum bisa ditemui karena sedang pergi ke luar kota.(fid)

LEAVE A REPLY