Warga Desa Muji Rahayu Keluhkan Kondisi Jalan Hasil Dana Desa

0
1800
Info Lamteng, Mecia Lamteng, media Online Lampung
Warga memperhatikan kondisi jalan onderlagh yang baru dibangun

RUBRIK, LAMTENG – Warga kampung Muji Rahayu mengeluhkan kualitas  jalan onderlagh di Kampung Muji Rahayu
Lampung Tengah.

Pembangunan pengerasan badan jalan (onderlagh) hasil dana desa yang bersumber dari APBN dan  APBD di kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, menurut warga terlihat jelas tidak sesuai dengan aturan yang ada apalagi pekerjaan tidak melibatkan warga sekitar.

Salahsatu warga dusun 2 kampung Muji Rahayu Sadiyo, berharap kualitas pembangunan jalan di kampungnya sesui dengan standar yang ditentukan sehingga awet.
menurut Sadiyo onderlagh yang di bangun tepat di depan rumahnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.penataan batu tidak benar yang seharusnya posisi berdiri tetapi ini di hamparkan begitu saja,sehingga saat di gleser akan padat dan pinggiran badan jalan perlu di gali terlebih dahulu sehingga tidak butuh untuk di timbun tanah.

’’Yang menata batu itu kurang bagus,seharusnya miring bukan tidur.jadi bila kena roda slender itu bisa ambles masuk kedalam.Tetapi ini tidak hanya di hamparkan begitu saja.Pinggiran jalan seharusnya di gali dulu menggunakan cangul sehingga tidak perlu di timbun mengunakan tanah seperti ini’’ ujar Sadiyo.

Sadiyo mengatakan bahwa pekerjaan yang ada saat ini kurang bagus namun dirinya tidak mau protes.dan pekerjaan ini semua diborongkan oleh orang di luar warga setempat dan selesai beberapa hari yang lalu.
’’Saya gak maulah,lagian ini di borongkan sama orang lain, gak tau orang mana yang borong itu karena bukan warga sini.Ini baru selesai sekitar lima sampai satu minggu yang lalu’,” ujar kakek ini.
’’ Kalau yang mengerjakan masyarakat Kampung itu sendiri,otomatis karena punyanya sendiri,yang mengerjakan mereka,uang mereka,itu pasti mutunya kan lebih bagus di samping juga lebih hemat ,sudah dapat di pastikan untuk volumenya akan ada penambahannilai dari pekerjaan tersebut.Kalau semula di anggarkan 900 meter dan di kerjakan oleh warga sekitar pasti upahnya lebih murah dan juga menghidupkan gotong royong. Tetapi ini sepertinya tidak nampak dan Saya melihat ini hanya sebagai proyek dan menghabiskan uang ADK dan mencari keuntungan pribadi’’ Terangnya. (Ddy)

LEAVE A REPLY