Puluhan Tahun Kabel Listrik Ditopang Bambu, Warga Lampung Timur Minta PLN Benahi Jaringan
RUBRIK,LAMPUNGTIMUR — Puluhan tahun berlalu, namun kondisi jaringan listrik di Desa Braja Dewa, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, masih jauh dari kata layak. Sejumlah kabel listrik yang mengalirkan listrik ke rumah warga masih ditopang menggunakan bambu, bahkan memanfaatkan batang pohon di sekitar permukiman.
Kondisi tersebut terlihat di RT 04, Dusun 01, Desa Braja Dewa. Kabel listrik membentang dari satu rumah ke rumah lainnya dengan penyangga seadanya. Pada beberapa titik, kabel bahkan melintas di atas jalan dengan tumpuan pohon.
Warga menyebut kondisi jaringan seperti ini telah berlangsung sejak program listrik pedesaan masuk ke wilayah tersebut pada era 1990-an. Hingga kini, belum ada pembaruan jaringan secara permanen yang mereka rasakan.
Ironisnya, meski infrastruktur jaringan masih menggunakan penyangga bambu dan pepohonan, warga tetap membayar tagihan listrik setiap bulan. Besarannya berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per kepala keluarga, tergantung pemakaian.
Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun PT PLN (Persero) . Mereka meminta jaringan listrik dibangun dengan infrastruktur yang lebih permanen dan aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sribawono mengaku belum menerima laporan maupun usulan resmi dari warga terkait kondisi jaringan listrik di Desa Braja Dewa.
Team Leader Teknik PLN ULP Sribawono, Adi Abdul Aziz, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur jaringan listrik di wilayah tersebut.
“Kami akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jaringan listrik di Desa Braja Dewa,” kata Adi.
PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya menyampaikan keluhan secara informal, tetapi melaporkannya melalui kanal pengaduan yang tersedia atau datang langsung ke kantor ULP PLN Sribawono.
Bagi warga Desa Braja Dewa, persoalan ini bukan sekadar soal kabel dan tiang penyangga. Setelah puluhan tahun menikmati aliran listrik dengan jaringan seadanya, mereka kini menunggu jaringan listrik yang lebih aman, stabil, dan layak.(muh)