Jadi Keluhan, Pengunjung Ditarik Rp 25 Ribu Saat Parkir di TNWK
RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Pengunjung Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengeluhkan banyaknya retribusi yang begitu besar saat masuk ke lokasi tersebut. Mulai dari tiket masuk, parkir, dan soal kebersihan MCK.
Ironisnya pungutan retribusi tersebut dinilai begitu mahal. Tarif parkir Rp 25 ribu untuk mobil dan Rp 15 ribu untuk sepeda motor. Kemudian apabila pengunjung masuk ke kamar mandi untuk MCK ditarik Rp 5 ribu per orang.
Kepala Balai TNWK Dulbakir mengatakan, semua retribusi dari parkir dan kebersihan MCK dikelola pihak ketiga yang bekerja sama dengan TNWK. Namun Subakir menegaskan penarikan biaya parkir diminta untuk dikembalikan karena menjadi keluhan pengunjung.
“Lami langsung tegaskan sama yang mengelola parkir agar biaya parkir dipulangkan sebagian,” kata Subakir, Senin (11/7/2016)
Sementara itu diminta data pengunjung TNWK selama Hari Raya Idul Fitri kemarin, Subakir meminta menunggu. Pasalnya data tersebut masih direkapitulasi bagian PNBP. “Nanti lagi direkap belum bisa terdata,” kata Subakir.
Sementara itu, Hariono warga dari Kabupaten Pesawaran mengatakan, pungutan parkir yang dibebankan kepada pengunjung terlalu mahal yaitu Rp 25 ribu untuk satu mobil.
“Rp 25 ribu mahal, itu belum tiket masuknya, kalau tempatnya bagus sih nggak papa, jelek pula. Kami sudah kapok main ke TNWK hanya gitu-gitu saja cuma uang retribusinya yang semakin besar,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Lampung Timur Hendri mengatakan, besarnya retribusi parkir dan kebersihan MCK seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) Bupati Lampung Timur Chusnunia untuk turun ke TNWK menemui pihak TNWK. Sebab baik buruknya pengelolaan taman nasional tersebut sangat berhubungan dengan Kabupaten Lamtim.(AG)