HUT ke-89, Kota Metro Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Kota Cerdas
RUBRIK,KOTAMETRO — Pemerintah dan DPRD Kota Metro memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro dengan mengusung tema “Harmoni Metro, Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Kota Cerdas dan Berbudaya.”
Peringatan hari jadi Kota Metro tersebut digelar melalui rapat paripurna DPRD Kota Metro yang dipimpin Ketua DPRD Metro, Ria Hartini. Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap 9 Juni itu menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus merumuskan langkah kemajuan Kota Metro ke depan.
Ria Hartini mengatakan, Kota Metro diproyeksikan akan terus berkembang. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat.
Menurutnya, komunikasi, koordinasi, serta kerja sama yang dinamis antara pemerintah, legislatif dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mewarnai perjalanan Kota Metro yang kini telah memasuki usia 89 tahun.
“Perjalanan Kota Metro hingga saat ini tidak terlepas dari peran eksekutif, legislatif dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki usia 89 tahun, Kota Metro dinilai semakin menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang aman dan memiliki daya saing. Seiring berjalannya waktu, Metro terus mengalami perubahan dan perkembangan hingga menjadi seperti sekarang.
Jika menengok 89 tahun silam, pembentukan Kota Metro telah melalui proses perjuangan panjang. Kota ini dibangun melalui kerja keras berbagai pihak yang menginginkan hadirnya daerah yang mandiri.
Berbagai capaian pembangunan pun terus dilakukan dan diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rapat paripurna tersebut, turut dipaparkan sejarah berdirinya Kota Metro yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lalu, mulai dari zaman kolonisasi hingga perkembangan Metro saat ini.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Lidana, menjelaskan bahwa penetapan Hari Jadi Kota Metro mengacu pada Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 11 Tahun 2002.
Dalam aturan tersebut, tanggal 9 Juni 1937 ditetapkan sebagai momentum sejarah Kota Metro sebagai pusat pemerintahan.
Setelah resmi menjadi daerah mandiri, Kota Metro terus berkembang hingga dikenal sebagai salah satu daerah yang aman.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Metro, Nadir Nadrisah Nawari, memberikan sejumlah catatan dalam momentum HUT ke-89 Kota Metro.
Ia berharap peringatan hari jadi tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Nadir meminta agar berbagai program pembangunan yang diusung pemerintah benar-benar realistis dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kota Metro juga dapat menjadi momentum introspeksi terhadap kondisi infrastruktur dan sosial ekonomi masyarakat.
Pemerintah, kata dia, perlu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini.
Sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih menjadi perhatian antara lain pembangunan dan perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan umum, serta fasilitas publik lainnya.
Di sisi lain, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso memaparkan kondisi makro pembangunan dan indikator kinerja utama Kota Metro pada 2026.
Bambang menyebut, secara umum akselerasi makroekonomi dan kesejahteraan sosial di Kota Metro terus menunjukkan pertumbuhan di tengah kompleksitas dinamika ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Hal itu terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Kota Metro yang tercatat sebesar 5,20 persen.
Capaian tersebut turut beriringan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro yang mencapai 81,22.
Menurut Bambang, pembangunan di Kota Metro juga berjalan secara inklusif. Hal itu tercermin dari tingkat kemiskinan yang berada di angka 6,44 persen.
Selain capaian tersebut, Kota Metro juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah sebanyak 16 kali berturut-turut pada 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Inspektorat Lampung, Bayana, meminta Kota Metro turut mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Mirza-Jihan.
Menurutnya, bertambahnya usia Kota Metro harus menjadi bahan evaluasi untuk menciptakan peluang kemajuan daerah.
Seluruh pihak juga diminta tidak cepat berpuas diri. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan skema pembangunan yang terorganisir dan terintegrasi antara pemerintah provinsi dan daerah untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Sidang paripurna HUT ke-89 Kota Metro tersebut dihadiri 20 anggota DPRD, jajaran Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol bertambahnya usia Kota Metro, daerah yang juga dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Provinsi Lampung.(adv)