Tiga Kabupaten Bahas Percepatan dan Peningkatan Tanam

0
986

RUBRIK METRO – Pemerintah Kota Metro menggelar koordinasi dan konsolidasi sebagai upaya meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai bersama jajaran Kodim 0411/LT serta PPL Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur di Gedung Wisma Haji Kota Metro, Selasa (12/1/2016).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian selaku penanggung jawab UPSUS PJK Provinsi Lampung Spudnik Sujono K beserta para pejabat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pj Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra, Kasiter Rem 043 Gatam Letkol Inf Afrizal, Dandim 0411/LT Letkol Czi Hari Darmica, Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Lampung Emilia Kusumawati, Kepala Dinas Pertanian dan BP4K Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, serta Kepala KCD dan UPT Tingkat Kecamatan.

3

Kegiatan ini menjadi sarana koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dengan jajaran TNI-AD dalam melakukan pengawalan dan pendampingan untuk mensukseskan percepatan tanam dan peningkatan produksi padi pada masa tanam tahun 2015/2016 di Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Harapannya, berdampak pada peningkatan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung maupun tingkat nasional.

Pj Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra menjelaskan, peningkatan produksi padi di Kota Metro ditempuh melalui pembinaan SDM petani dan P3A, peningkatan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, perbaikan saluran irigasi, pembangunan sumur bor, cek Dam ataupun embung untuk menyimpan air.

Upaya lainnya yaitu dengan penyaluran alat mesin pertanian seperti alat olah tanah, mesin tanam ataupun mesin panen bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih, pupuk bersubsidi maupun pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD Kota Metro.

5

Chrisna mengatakan, dengan program tersebut Kota Metro berhasil meningkatkan luas tanam dari 3.219 ha tahun 2014 menjadi 5.702 ha di tahun 2015, demikian pula dengan pencapaian target produksi tahun 2015 berdasarkan angka ramalan (ARAM) 2 BPS Kota Metro, berhasil mencapai produksi sebesar 29.229 Ton GKG (gabah kering giling) yaitu mencapai 29,17% dari target 22.629 ton GKG.

“Selanjutnya pada tahun 2016, Kota Metro menargetkan produksi padi sebesar 27.220 ton GKG. Saya berharap dengan dilaksanakannya rakor ini dapat memperkuat komitmen kita bersama dengan sinergitas kerja bagi segenap stakeholder terkait di Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur dalam melaksanakan percepatan tanam pada masa tanam 2015/2016,” ungkap Chrisna.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono K memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Pemerintah Provinsi Lampung yang telah mencapai lima besar dalam percepatan tanam secara nasional.

“Pada tahun 2015 area irigasi sudah diperbaiki dan mesin -mesin traktor sudah dibagikan. Saya meminta agar untuk selalu melakukan pendataan pengadaan alat-alat yang dibutuhkan untuk percepatan tanam. Saya berharap kita semua dapat bekerja keras dan jangan pesimis dalam menjalankan program ini. Gunakan setiap peluang yang ada, dan saya berpesan kepada penyuluh dapat memantau setiap kecamatan yang ada di Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur serta mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Spudnik.

Seusai pertemuan, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian bersama dengan Pj Wali Kota Metro beserta rombongan meninjau langsung Pengairan Sawah Baru di Karangrejo Metro Utara.(*)

LEAVE A REPLY