Sumarsono Ajak Petani Tanam Padi Gogo Jadi Pengganti Singkong

0
1157
DPRD Lamteng, Info Lamteng, Media Lamteng, rubrik Lamteng, info Lamteng, Sumarsono Panen Padi, Portal Lampung
Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarasono melakukan panen padi di sawah miliknya

RUBRIK, LAMTENG – Padi Gogo mejadi alternatif pengganti Singkong apalagi disaat harga singkong anjlok, seperti yang dikatakan Ketua DPRD Lam – Teng Sumarsono,. Dia mengimbau kepada warga Lampung Tengah untuk mencoba menanam padi gogo di lahan yang biasa ditanami singkong. Sebab, selain harga singkong yang jatuh, hasil panen padi gogo lebih menguntungkan dibanding tanaman singkong.Kamis (04/03/2021.

Menerut Sumarsono,  ia terlebih dahulu sudah mencoba. Sejak empat bulan lalu, menanam padi gogo di lahan seluas satu hektar miliknya. Dengan luas tanam sekitar 3/4 ha, ia mengaku tak memerlukan modal yang besar untuk memilih menanam padi gigi.

Varietas padi yang ditanamanya adalah MSP 13. Lebih-lebih, ia tak menggunakan obat-obatan kimia maupun pupuk kimia.
“Saya sudah mencoba di pekarangan dekat rumah dalam skala kecil. Ini saya coba di lahan yang lebih luas, kurang lebih lahan satu hektar, tetapi luas tanam sekitar 3/4 hektar, ” kata Sumarsono.

Portal Berita Lampung, Info Lampung, Media Lampung, Rubrik Lampung
Ditemani sang Istri Ketua DPRD Lampung Tengah melakukan Panen Padi.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat lebih senang menanam singkong di ladangnya. Padahal sebenarnya padi jenis gogo lebih menguntungkan. Menurut Sumarsono, bibit MSP 13 yang ia gunakan tersebut merupakan buatan sendiri, pupuk dan obat juga dari bahan organik.

Sumarsono menjelaskan, dengan sistem gogo yang tak memerlukan lahan berair, bibit sendiri, dan pupuk maupun obat organik, petani hanya memerlukan biaya sekitar Rp 2 juta. Dengan perkiraan hasil sekitar 4 ton, petani bisa meraup belasan juta dalam empat bulan. Dibanding singkong, padi gogo jelas lebih menguntungkan.
“Biaya murah, dan untuk ukuran sistem gogo, hasilnya sudah bagus. Ini lahannya kering. Saya gunakan bibit buatan sendiri. Pupuk dan pestisida (obat) juga saya buat dari bahan organik, ” kata dia.

Sumarsono mengajak warga Lam -Teng mencoba apa yang telah ia lakukan ini di ladang mereka masing-masing. Petani tak boleh bergantung hanya pada tanaman singkong. Faktanya, hukum pasar berlaku. Jika barang di pasaran berlebih, harga pasti jatuh. Sementara pengusaha juga tak mungkin ditekan untuk menaikkan harga singkong. Apalagi jika impor tapioka terus berjalan, semakin jauh masyarakat menderita kalau terus bergantung pada singkong.

Diketahui Sumarsono memiliki kebun edukasi, yang menjadi tempat berkumpul dan belajar para petani dari berbagai tempat. Keberhasilannya membuktikan padi sistem gogo lebih menguntungkan dibanding singkong diharapkan mampu menginspirasi para petani untuk mulai beralih, mengaplikasikan sistem gogo dan sistem organik.(*)

LEAVE A REPLY