Setelah Sempat Kabur Menjadi DPO Pelaku Curas Ini Akhirnya Masuk Bui

0
265
Berita Tanggamus,edia Tanggamus, Media Tanggamus, Berita Tanggamus, Berita Lampung
Tersangka Curas diamankan Polres Tanggamus

RUBRIK, TANGGAMUS -Jajaran Tekab 308 Polres Tanggamus bekerjasama dengan Polsek Wonosobo Lampung berhasil mengamankan pelaku Pencurian dengan kekerasan (Curas) setelah menjadi DPO sejak tahun 2017 lalu.

Tersangka dengan inisial RW (19) diringkus oleh anggota Tekab 308 tanpa perlawanan ketika sedang berada di Pekon Banjar Negoro Kecamatan Wonosobo Lampung.Sabtu (2/2/19). pukul 00.30 Wib.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan, tersangka merupakan DPO dalam tindak pidana Curas Jambret pada 1 Oktober 2017.

“Korbannya seorang pelajar warga Wonosobo Tanggamus, dimana menjadi korban jambret saat dia melintas di Jalan Raya Pekon Talagening Kota Agung Barat,” ungkap AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKP Hesmu Baroto, SIK. MM, Senin (4/2/19) malam.

AKP Edi Qorinas menerangkan, bahwa dalam aksi kejahatannya itu tersangka tidak seorang diri, melainkan bersama 2 teman lainnya yang terlebih dahulu ditangkap pada 1 November 2017.

“Saat mengetahui temannya tertangkap, tersangka kemudian kabur ke pulau Jawa, setelah penyelidikan di Tangerang dia diketahui kembali ke Wonosobo, sehingga tim kembali ke Tanggamus dan berhasil menangkap tersangka di Banjar Negoro,” terang AKP Edi Qorinas.

Saat ini tersangka berikut barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion dan Hanphone Oppo A37 ditahan di Polres Tanggamus guna proses lebih lanjut. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana, acaman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara tersangka dalam keterangannya mengaku semua perbuatannya untuk mendapatkan uang, dimana hasil jambret dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hasil jambret waktu itu mendapatkan bagian Rp. 450 ribu, habis dipakai sehari-hari,” tutur pria bertubuh kecil itu. Lanjutnya, setelah mengetahui dua rekannya tertangkap kemudian dia melarikan diri ke Tanggerang dan bekerja disana.

“Denger temen saya tertangkap, saya kabur ke Tangerang dan baru beberapa hari dirumah kemudian ditangkap polisi,” ujar tersangka.

Atas kejahatan yang ia lakukan dua tahun lalu tersebut harus rela dibayar tahun ini, RW mengaku menyesali perbutannya. “Nyesel pak,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY