Satu Napi Nusakambangan Terpidana Teroris Tewas

0
141
Media Lampung, Portal Berita Online
Ilustrasi gbr/Istimewa

RUBRIK, CILACAP – Dua narapidana yang menjalani masa hukuman di Pulau Nusakambangan  WT alias Abu Fakih (34) dan WN alias Hamam (24) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat ( 21 September 2018).

Hendra Eka Putranto selaku Koordimator Kepala Lapas se-Nuskamabangan mengatakan bahwa Kedua narapidana kasus terorisme yaitu WT dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung menjalani masa hukuman di Lapas Klas II A Besi tersebut mengalami sesak nafas sekitar pukul 12.30. Kemudian petugas memberikan tindakan pertama dengan membawa WT ke dokter Lapas Besi.

“Namun kondisi WT memburuk hingga akhirnya sekitar pukul 17.20, yang bersangkutan kami rujuk ke IGD RSUD Cilacap,” kata Hendra seperti dilansir dari Kompas.com

Kemudian di waktu yang bersamaan WN dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso menjalani masa hukuman di Lapas Klas I A Besi mengalami sakit perut disertai muntah-muntah.
Ia sempat mendapatkan penanganan dari dokter Lapas Besi.

Pukul 17.10, WN akhirnya dilarikan ke RSUD Cilacap karena tidak ada progres signifikan.
Hendra mengatakan bahwa dari hasil diagnosa dokter, WT mengalami dehidrasi.
Kondisinya sudah semakin membaik, meskipun masih harus menjalani rawat inap di RSUD Cilacap.

Sementara WN mengalami dehidrasi parah dan usus buntu pecah.
Ahirnya WN dinyatakan meninggal dunia ada Jumat pukul 19.20 dan masih dalam proses pemulangan ke rumah duka di Solo, Jawa Tengah.

“Semua proses dari mulai pemindahan, penyeberangan, hingga pengamanan di rumah sakit dibantu Densus 88 antiteror,” ujar Hendra.
Ia mengatakan, kedua napiter tersebut sering tidak makan makanan yang disediakan petugas lapas.
Hal inilah yang menyebabkan menurunnya kondisi fisik kedua napiter tersebut.

“Keduanya ini pilih-pilih makan, sering tidak cocok dengan menu yang diberikan petugas,” katanya.

“Semua napi mendapat jatah yang sama, tidak ada yang dibedakan. Kami menjamin ransum untuk napi higienis dan pastinya halal. Kami juga memfasilitasi napi yang ingin melakukan sahur untuk berpuasa,” ujar Hendra.

Adapun anggaran yang dialokasikan negara untuk keperluan konsumsi seluruh napi di Nusakambangan adalah Rp 14.000 tiap napi.
Semua menu yang dimasak telah dihitung dengan cermat menyesuaikan kebutuhan kalori para napi.(*/dw)

LEAVE A REPLY