Nelayan Labuhan Maringgai Minta Waktu Enam Bulan Terkait Larangan Jaring Trol

0
1244
Dinas Kelautan Lampung Timur sosialisasi soal penagkapan ikan di Desa Labuhan Maringgai Lampung Timur.

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Ratusan nelayan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, menyatakan belum siap jika pemerintah menghentikan aktivitas nelayan yang menggunakan jaring trol.

Nelayan menyampaikan itu saat sosialisasi terkait larangan jaring trol di Desa Margasari, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, Rabu (18/1/2017).

Dalam sosialisasi itu, Kepala Dinas Kelautan Yudinal mengatakan, pihaknya bersama anggota kepolisian akan melakukan patroli rutin di laut Labuhanmaringgai guna mengantisipasi agar tidak ada lagi nelayan yang menggunakan jaring trol.

Menurutnya karena jaring trol bisa merusak terumbu karang dan ekosistem laut dalam jangka waktu panjang. Sedangkan kekayaan alam yang ada di laut merupakan sumber rezeki bagi nelayan, sehingga jika nelayan saat ini bisa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan keuntungan yang didapat yaitu kondisi ekosistem laut akan tetap asri.

“Anak cucu kita yang tinggal di pesisir Labuhanmaringgi ini, pasti akan mencari rezeki di laut juga. Jika kondisi laut tidak asri lagi maka yang rugi anak cucu kita,” kata Yudinal.

Suroso, salah seorang wakil dari nelayan memin ta waktu enam bulan ke depan untuk berpikir dengan alat tangkap macam apa yang akan digunakan sebagai pengganti trol. Selain itu, dia berharap pemerintah juga harus memikirkan nasib nelayan jika tidak diperbolehkan menggunakan jaring trol.

“Kasih dong bantuan jaring yang diperbolehkan pemerintah,” kata Suroso.(*)

LEAVE A REPLY