Mengakhirkan Waktu dan Jangan Tidur Habis Sahur Ya Guys

0
2937
Ilustrasi. | alazharpeduli.com

Rubrikmedia.com, Lifestyle – Anjuran mengakhirkan waktu makan sahur telah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Seperti yang diriwatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu. “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah biasa mengakhiri waktu sahur. Jarak antara makan sahur dan salat Subuh seperti lamanya orang yang membaca 50 ayat.

Hal itu ternyata memberikan manfaat bagi kelancaran puasa yang kita jalani agar kita lebih dan menghindari rasa mengantuk dibandingkan saat makan sahur di awal waktu. Rasulullah pun tak langsung tidur setelah sahur dan melakukan aktivitas ibadah.

Ternyata dari sisi kesehatan, tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan termasuk kategori dilarang karena memiliki banyak dampak buruk.

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, kebiasaan tidur setelah makan berat akan menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna. Kebiasaan itu dapat memicu gejala GERD (gastroesophageal reflux disease).

Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

Jika seandainya kita masih ingin tidur setelah makan sahur atur saja minimal 2 jam setelah makan sahur baru tidur.

Tak heran jika banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak di lakukan. Nah lho, masih nekat tidur habis sahur?

LEAVE A REPLY