Marak Perburuan Hewan Dilindungi, Hutan Way Kambas Harus Dijaga Tentara

0
1472

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Wildlife Conservation Sociation (WCS) Lampung akses masuk untuk melakukan perburuan liar ke wilayah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) begitu banyak. Sehingga para pelaku perburuan liar dengan mudahnya bisa menjarah hewan-hewan dilindungi di hutan kawasan tersebut.

“Untuk melakukan perburuan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terdapat akses masuk yang berbeda beda, tergantung sasaran yang diburu. Semisal untuk melakukan perburuan gajah akses masuknya berbeda dengan akses masuk memburu menjangan, babi, dan unggas. Ironisnya masuk ke dalam hutan konservasi tersebut sangat mudah,” kata anggota WCS Lampung Sugio, Senin (29/2/2016).

Menurut Sugio, untuk melakukan perburuan gajah pelaku masuk melalui perbatasan Kualakambas, Kualawako, Sekapok, Rantaujayailir, dan Rumbia. Sedangkan untuk memburu menjangan, rusa, babi, dan kancil, pelaku masuk lewat perbatasan Purbolinggo, Sukadana, PT NTF, Brajaselebah, Labuhanmaringgai. Sedangkan untuk berburu unggas melalui jalur Rantaujaya, Labuhanratu, Rantaujayaudik dan Brajayekti.

Lanjut Sugio, para pemburu hanya mengambil gading dan gigi gajah buruan. Gading dan gigi gajah biasanya dibuat aksesoris seperti pipa rokok. “Sedangkan rusa mereka memanfaatkan dagingnya untuk dijual, dan berburu burung juga untuk dijual terutama burung kicau, seperti Murai, Kacer, dan cucak hijau,” ungkap Sugio.

Atas banyaknya kasus perburuan di wilayah TNWK, Sugio meminta pihak TNWK agar lebih meningkatkan keamanan hutan jika tidak ingin satwa yang ada di hutan TNWK terkuras habis oleh ulah perburuan liar. Dia memberi saran agar mendirikan pos ronda yang ada di perbatasan yang dianggap rawan pelintasan perburuan.

“Bila perlu tempatkan anggota TNI di perbatasan TNWK untuk mengamankan hutan,” ujar Sugio.(*)

LEAVE A REPLY