Kota Metro Jadi Sasaran Program Kotaku, Basis Penanganan Permukiman Kumuh
RUBRIK, METRO – Walikota Metro Achmad Pairin membuka acara Lokarkarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2016 di Baraqah Meeting Point (BMP) Kota Metro (15/8/2016).
Hadir dalam acara itu Wakil Walikota Metro Djohan, Kepala PKP Provinsi Lampung, Team Leader Oversight Consultant (OC-2) Provinsi Lampung, Kepala Satker di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Camat dan Lurah se-Kota Metro, Narasumber, dan Peserta Lokarya.
Tenaga Ahli Sosialisasi KMW Provinsi Lampung Darsono selaku Ketua Team Leader Kotaku Provinsi Lampung menyampaikan, Program Kotaku adalah program yang dilaksanakan secara nasional di 271 kabupaten/kota di 34 provinsi yang menjadi basis penanganan permukiman kumuh yang mengintegrasikan berbagai sumberdaya dan sumber pendanaan.
Sosialisasi tersebut adalah untuk membangun sistem yang terpadu untuk penanganan pemukiman kumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya.
Program ini mengedepankan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan. Tujuannya mendukung terwujudnya pemukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Dalam agenda tersebut, Pemkot Metro sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan sebagai usaha untuk mengetahui secara lebih mendalam dan melakukan pembahasan secara lebih komprehensif masalah sosial dan kemasyarakatan di Kota Metro.
Dengan mengidentifikasi berbagai akar permasalahan secara komprehensif, maka perencananaan kota dapat lebih terarah dan terukur, sehingga pembangunan yang dilaksanakan akan lebih tepat sasaran.
Walikota Metro Metro dalam sambutannya menyampaikan beberapa tujuan dari Program Kotaku, di antaranya menurunnya luas kawasan pemukiman kumuh menjadi 0 ha, terbentuknya Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) di tingkat Kota Metro dalam penanganan kumuh yang berfungsi dengan baik.
Tersusunnya rencana penanganan kumuh tingkat kota dan tingkat masyarakat yang terlembagakan melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Achmad Pairin berharap Program Kotaku dapat menjadi platform kolaborasi yang mendukung penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 ha yang dilakukan secara bertahap diseluruh Indonesia.
Dalam acara itu Kepala Bappeda Kota Metro Arif Joko Arwoko memaparkab mengenai Kebijakan Penanganan Kawasan Kumuh Kota Metro, lalu ada penjelasan mengenai Percepatan Penanganan Kumuh 2015-2019, dan pemaparan dari Kabid Komunikasi Dishubkominfo Kota Metro Michael Suyono tentang Mas s Comunication Strategy.(*)