Kepala Kampung Diminta Naikan Biaya Oprasional KPM

0
1138
Pimpinan Rapat KPM

GUNUNGSUGIH – Rapat koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM) se -Kabupaten Lampung Tengah di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak Gunung Sugih dibuka langsung oleh Bupati Loekman Djoyosoemarto. Sabtu (07/0/2019).

Rakor KPM se Kabupaten Lampung Tengah, dihadiri oleh Kadis Kominfo Lamteng Drs.Sardjito, Kadis PMK Drs Firdaus Roka’in M.M , Plt Kadis Kesehatan Edy Sunarko, unsur forkopimda ,Camat dan Kepala Kampung se kabupaten Lampung Tengah.

Panitia penyelenggara ,Nunuh Wahyudi mengatakan bahwa KPM sudah dibentuk pada April 2019 di 301 kampung yang mayoritas anggotanya berasal dari unsur kader posyandu dan guru PAUD. Tujuan KPM sendiri adalah membantu desa dalam pengelolahan layanan setempat, meyediakan layanan Stunting, layanan ini mencakup sektor kesehatan, air bersih, sanatasi, jaminan sosial, pendidikan sekolah dini, untuk ibu hamil, anak – anak di bawah umur 2 tahun

“Tujuan rapat koordinasi kali ini adalah agar menyepakati anggaran usulan pencegahan dan penanganan stunting di Lampung Tengah,” ujar Nunuh.

Sementara itu dalam sambutan nya, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah mendukung penuh gerakan penanganan stunting. Penanganan stunting akan dilakukan sampai level kampung karena sasaran utama adalah Ibu hamil dan balita usia dibawah 2 tahun serta balita.

“Kampung memiliki peran besar dalam konvergensi layanan pencegahan stunting,maka dari KPM itu semua unsur yang terkait harus saling bekerjasama dalam pencegahan stunting,” ujar Bupati. Bupati juga mengingatkan untuk selalu menjadikan gotong royong sebagai landasan dalam menjalankan program dan kegiatan kegiatan yang ada.

Diharapkan kedepan nya seluruh KPM memiliki pemahaman dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Stunting, selanjutnya dapat memberikan sosialisasi dan pemahaman bagi masyarakat di kampung masing-masing.

Ditegaskan bupati Pemerintah Daerah Lampung Tengah mendukung gerakan pencegahan dan penanganan stunting apalagi

Di jelaskan bupati Kabupaten Lampung Tengah termasuk 10 besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah daerah Lampung Tengah mengusulkan program dan pendekatan pencegahan dan penanganan stunting

melalui lima layanan utama yaitu Layanan kesehatan ibu dan anak, layanan konseling ibu terpadu, layanan perlindungan sosial, pelayanan air bersih dan sanitasi,layanan Paud dan pendidikan penting bagi orang tua.

Diakhir sambutannya Bupati merasa malu mengetahui ada sekitar 30% warga lampung tengah yang mengalami stunting untuk itu sejak di bawah kepimimpinannya bupati langsung memerintahkan dinas kesehatan untuk mendata ulang dan mengatasi agar tidak bertambahnya warga yang mengalami stunting, bupati bertekat di tahun’2023 kabupaten lampung tengah bebas stunting.

Untuk mengatasi stunting di lampung tengah, berbagai program kerja telah dilakukan oleh Bupati lampung tengah Loekman Djoyosoemarto diantaranya akan mengupayakan mendirikan rumah sakit diwilayah timur dan akan mengupayakan ditambahnya puskesmas puskesmas rawat inap.

Terkait program Pembangunan manusia ( PKM) bupati meminta kepada aparatur kampung untuk menambah biaya oprasional kepada petugas PKM.

Selanjutnya bupati meminta kepada dinas kesehatan,dinas sosial,camat dan kepala kampung bila mengetahui ada warga yang sakit dan tidak mampu  segeralah beritindak membawa warganya ke Rumah Sakit Semang Sepulau Raya berobat gratis (*)

LEAVE A REPLY