Jambore Perempuan 2018, Loekman Berharap Lamteng Bebas Kasus KDRT

0
146
Portal Berita Lampung, Berita Lampung Tengah,Rubrik Lampung, Media Lampung
Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto

RUBRIK,LAMPUNG TENGAH – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Tengah mencatat telah terjadi 27 kasus kekerasan terhadap perempuan atau KDRT selama Tahun 2018. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto saat membuka
Jambore Perempuan 2018 yang kali pertama diadakan di Pondok Yangti, Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar, (2/8/18).

Menurut Loekman, Jambore Perempuan 2018 kali pertama ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghindari atau menghilangkan Kekerasan Terhadap Rumah Tangga (KDRT)  terhadap perempuan, “Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang kerap mendapat perlakuan kasar atau KDRT ,”Kaum perempuan itu harus dilindungi dan disayangi, bukan untuk ditindas didalam membina  rumah tangga ” ucap Loekman Djoyosoemarto.

Dalam sambutannya ia membeberkan soal KDRT yang terjadi di Lampung Tengah, Loekman menyampaikan setidaknya ditahun 2018 ini ada sekitar 27 kasus kekerasan terhadap perempuan. “Ada 27 kasus kekerasan terhadap perempuan atau KDRT selama 2018. Ini sangat memprihatinkan,salah satu faktor penyebabnya antara lain karena kurang
sosialisasi, faktor ekonomi, orang ketiga, dll.

Loekman juga memberikan apresiasi terhadap jajaran kaum perempuan yang sudah banyak membantu  meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama untuk kaum perempuan. “Sudah banyak upaya kita bagaimana kaum perempuan bisa sejahtera. Di antaranya peningkatan SDM dengan berbagai pelatihan wirausaha untuk perempuan bisa kreatif, cerdas, dan mandiri,” terang Loekman

Wakil Bupati Loekman menambahkan, Dalam bidang pemerintah, sudah banyak kaum perempuan yang menjadi pemimpin. “Sudah banyak kaum perempuan yang pemimpin dan pejabat. Di Lamteng ini juga sudah ada kadis dan camat dari kaum perempuan. Artinya kaum perempuan mampu setara dengan kaum laki-laki.

Sedangkan Plt. Ketua PKK Lamteng Ellya Lusiana berharap peran serta media untuk menyosialisasikan kekerasan terhadap perempuan melanggar HAM. “Media juga harus ikut menyosialisasikan. Hapuskan kekerasan terhadap kaum perempuan atau KDRT ! Hal itu melanggar HAM. Perempuan berhap menikmati hidup. Sulit kalau hanya kami yang menyosialisasikan,” kata Ellya

Kekerasan terhadap perempuan, kata Ellya, bukan hanya fisik. “Bukan hanya fisik. Tapi kekerasan fisikis juga tidak boleh terjadi. Kalau saya sih Alhamdulillah belum pernah mengalami KDRT,” ungkap istri Wabup Lamteng ini.

Dalam kegiatan Jambore Perempuan 2018 yang dihadiri ratusan kaum perempuan ini diadakan berbagai perlombaan. Di antaranya lomba kerajinan tangan, senam, atau Yel Yel, pidato penyuluhan terkait untuk mencegah kekerasan kepada perempuan dan potret KDRT.(ADV)

LEAVE A REPLY