Ini Langkah-Langkah Bupati Chusnunia untuk Lestarikan Budaya Tari Melinting
RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan menganggarkan pengadaan seragam bagi para penari Melinting pada 2017. Pemerintah juga berjanji akan memperhatikan seluruh budaya daerah di Lamtim dengan menggelontorkan anggaran sesuai kemampuan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim saat membuka Festival Melinting Ke-6 di Taman Purbakala Pugungraharjo, Kecamatan Sekampungudik, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (17/4/2016).
Chusnunia mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Lampung Timur akan memperkenalkan budaya Tari Melinting kepada pemerintah Malaysia, dengan tujuan agar budaya Indonesia asal Lampung umumnya dan Lampung Timur pada khususnya bisa dikenal di oleh masyarakat Asia.
Bupati mengatakan, untuk meningkatkan mutu budaya Tari Melinting tentu harus ada perhatian dari pemerintah, khususnya dari dinas pariwisata seperti administrasi dan peningkatan pembelajaran tari tradisi Lamtim itu.
Politisi PKB itu pun berencana membuat Melinting memiliki ciri khas batik, sehingga pejabat Lamtim akan dijadwalkan mengenakan baju batik ciri khas Melinting ini. “Guru-guru yang ada di Lamtim juga akan kami jadwalkan mengenakan batik ciri khas Melinting,” kata bupati perempuan di Lampung itu.
Sementara itu, perwakilan pemerintah Malaysia, Sultan Ratu Melinting Rizal Rinzani meminta kepada pemerintah kabupaten agar Tari Melinting bisa dijadikan mata pelajaran ekstrakurikuler di tingkat SMP dan SMA agar budaya lokal tidak punah ditelan zaman.
Rizal juga mengharapkan, para penari yang meraih juara bisa ditampilkan dalam momen-momen tertentu, seperti acara-acara di provinsi bahkan kalau bisa hingga di pusat. “Ini agar penari Melinting merasa termotivasi. Jika pemerintah perhatian terhadap kebudayaan lokal maka budaya lokal yang ada di Lamtim akan semakin maju,” ucapnya.
Dalam festival ini digelar lomba Tari Melinting yang diikuti oleh siswa tingkat SMP/MTS. Hadir dalam acara tersebut Runner Up Putri Indonesia asal Provinsi Lampung Felicia Hwang, dan SKPD Kabupaten Lampung Timur.(*)