Hadiri Melasti di Danau Tirta Gangga, Ini Pesan Bupati Mustafa untuk Umat Hindu
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah Mustafa menghadiri acara melasti di bendungan Tirta Gangga yang ada di Kampung Swastika Buana (SB13) Kecamatan Seputih Banyak, Sabtu (25/3/2017). Melasti diikuti ribuan umat sedarme se-Kabupaten Lampung Tengah.
Bupati Mustafa mengatakan, melasti merupakan ritual penyucian diri yang diharapkan menjadi ajang silaturahmi antarsesama umat Hindu, sekaligus pelestarian budaya Bali di Lampung Tengah. Terlebih acara dilaksanakan di Danau Tirta Gangga, sebagai salah satu objek wisata di Lampung Tengah.
“Keberagaman suku dan budaya di Lampung Tengah merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar. Mari kita lestarikan budaya yang kita miliki, kita kenalkan secara luas. Saya bangga sekali telah menjadi bagian dari kekayaan budaya di Lampung Tengah,” ungkapnya.
Umat Hindu di Lampung Tengah juga merupakan yang terbesar di Lampung. Hal ini tentunya menjadi potensi dan kekuatan yang harus dikembangkan.
“Kita punya festival ogoh-ogoh terbesar di Lampung. Mari kita eksplorasi, kita kenalkan, kita promosikan ke masyarakat luas,” imbuh Mustafa yang bergelar Narendra Dwitama.
Pada kesempatan itu, Bupati Mustafa juga mengajak umat Hindu se-Lampung Tengah agar menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan. Jangan sampai masyarakat terpecah belah disebabkan isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
“Kita tunjukkan bahwa Lampung Tengah bisa solid. Bersama-sama kita wujudkan Lampung Tengah yang lebih baik, maju dan sejajar dengan kabupaten lainnya,” tandasnya.
Sementara itu Ketut Marte, selaku ketua panitia menerangkan acara melasti digelar untuk menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada Selasa, (28/3/2017). Melasti dilaksanakan dengan melarungkan sesaji ke Danau Tirta Gangga untuk mensucikan diri, menjauhkan dari malapetaka dan memohon amerta.
Melasti juga menjadi ajang tali silaturahmi untuk seluruh umat Hindu yang ada di Lampung Tengah. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Mustafa yang sudah hadir di tengah masyarakat umat Hindu yang ada di Lampung Tengah,” ujarnya.
Ketua Parisade Lampung Tengah Ketut Nuriyadi menambahkan Melasti dilaksanakan jagad ageng dan jagat alit (komunikasi manusia secara horizontal dan vertikal) untuk menjalani hari raya Nyepi 1939 Saka.
“Melasti juga sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui acara ini semoga bisa membawa energi positif bagi kita semua. Saya sangat bersyukur karena terciptanya harmoni antar umat beragama di Lampung Tengah ini,” pungkasnya. (rubrikmedia)
