DPRD Metro Bersinergi Dengan Masyarakat Dalam Merencanakan Pebangunan
RUBRIK,METRO – Sinegritas DPRD Kota Metro dan masyarakat terlihat saat anggota dewan dari Dapil III ini menjaring aspirasi masyarakat nya dari lapisan bawah, dari reses ini para wakil rakyat bisa mendengar ragam keluhan warganya ,hadir dalam reses tiga anggota DPRD dari Dapil Metro Timur yakni,Fahmi Anwar dari Partai Demokrat, Basuki dari PDI Perjuangan,dan Hendri Susanto dari Partai Nasdem.
Agenda reses para wakil rakyat dari dapail tiga ini nampak serius dan berlangsung dari pagi hingga malam hari. agenda Reses yang dipimpin wakil ketua DPRD Fahmi Anwar dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat di kecamatan yang memiliki 5 kelurahan tersebut dihadiri camat Metro Timur Rosita, serta perwakilan perangkat RT/RW dari kelurahan yang ada di metro Timur.
Reses dapil ini menjadi agenda perdana di tahun 2018 para wakil rakyat tersebut menyambangi warga untuk menyerap usulan pembangunan kedepan diantaranya dalam Reses terungkap masyarakat meminta wakil rakyat memperhatikan sejumlah fasilitas umum dan bidang pelayananan yang dilakukan pemerintah Kota Metro.
sebagian besar masyarakat mengusulkan soal perbaikan jalan dan peningkatan pelayanan publik. Masyarakat menilai dibutuhkan terobosan untuk memecah sejumlah persoalan jalan khusunya di Metro Timur yang dikenal sebagai pusat kawasan pendidikan.
Pasalnya di kawasan pusat pendidikan tersebut kerap terjadi kemacetan lalu lintas di pagi dan jam pulang sekolah.
Menanggapi hal itu wakil rakyat dari Dapil III menyambut baik berbagai usulan – usulan yang di tuangkan oleh masyrakat Metro Timur dan untuk memecah konsentrasi kepadatan, menurut dewan dibutuhkan solusi cerdas dalam mengatasi masalah tersebut.
Dalam hal ini DPRD mewacanakan menerapkan jalur satu arah di kawasan kelurahan iring mulyo yang menjadi pusat kampus Kota Metro, menurut dewan rencana itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di pusat pendidikan tersebut.
jika nanti menjadi kesepakatan antara DPRD dan pihak eksekutif jalur satu arah itu bakal diterapkan di jalan Ki.Hajar Dewantara.
sedangkan dari arah berlawanan akan dialihkan ke Jalan Terong yang berada di sebelah jalan Ki.Hajar Dewantara.
Alasan warga untuk mengurai kemacetan di jalan tersbut cukup beralasan mengingat jalur tersebut menjadi jantung pendidikan dan di sana terdapat sejumlah tempat pendidikan mulai dari Taman kanak-kanak (TK) hingga jenjang Perguruan Tinggi.
Selain wacana One Way, masyarakat juga menyoroti soal keberadaan rumah kos di Metro Timur.
Warga Metro Timur meminta pemberian sanksi tegas tempat kos yang menyalahi aturan hal ini terjadi lantaran maraknya kos yang tak memenuhi standar pengawasan dan dituding menjadi penyebab terjadi perbuatan asusila dan tindak kejahatan.
Sehingga rendahnya pengawasan tempat kos khusunya di kawasan pendidikan menjadi salah satu sorotan warga Metro Timur.
Beroprasinya tempat kos yang diduga menyalahi aturan menurut warga makin menjamur , dan dikhawatirkan jika tidak di tata dengan baik akan makin memprihatinkan pasalnya bisa merusak citra Metro sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga.
Hal tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan pemilik kos , sihingga diharapkan pemerintah kota bisa mengatur dengan tegas keberadaan rumah kos hingga menjadi lebih baik.
Menanggapi permasalah tempat kos itu DPRD menegaskan akan memberikan sanksi pemilik rumah kos yang tak mematuhi Perda dan Perwali Kota Metro. Rumah kos harus memenuhi kreteria yang tertuang dalam perda ketertiban umum dan perwali soal pendirian rumah kos.
DPRD juga meminta masyarakat berperan melakukan pengawasan dengan merujuk peraturan yang berlaku.(ADV)

