Diduga Sering Dibully, Seorang Pelajar di Pali Nekat Minum Racun Serangga

0
1085
Siswi SMAN 1 Pali terbaring taknsad

PALI, Rubrikmedia. Seorang pelajar SMA di Pali ditemukan tak sadarkan diri di kamar tempat tingalnya,Rabu, (12/02/2020). Usut punya usut ternyata pelajar tersebut sering dibully ditempat ia menimba ilmu SMA Negeri 1 Penukal Abab Lamatang Ilir (PALI).

Menurut keterangan Yopi salah satu anggota keluarga ketika dimintai keterengannya melalui Via pesan singkat pada 13/02/2020, ia menuturkan adik nya sering mendapat bully an di sekolahnya, dan terakhir adik bercerita kejadian tersebut sudah pernah dilaporkan kepada pihak guru di sekolah.

Tak tahu apa yang diperbincangkan mereka, sepulang sekolah ia sempat menceritakan masalah yang sedang dialaminya ke orangtua Kami.

“Keesokan paginya adik saya didapati sudah tak sadarkan diri, dari mulutnya mengeluarkan busa dan di kamarnya ditemukan racun, sejenis racun hama (serangga) ,” beber Yopi.

Hingga saat ini adiknya ,masih dirawat di RS Prabumulih dan meski sudah sadar tetapi sampai saat ini belum bisa diajak berkomunikasi.

Yopi berharap masalah ini dapat diusut pihak sekolah, dan apabila ada unsur kesengajaan kami minta kepada pihak yang berwajib agar menindak tegas masalah ini, agar kejadian yang serupa tak terulang kembali.

Menurut keterangan guru sekolah tempat korban sekolah guru bidang ke siswaan SMA Neheri 1 Penukal, Jawiya Spd, bahwa siswi tersebut baru 2 hari menempah ilmu disini, sebelumnya ia pernah sekolah di SMK N 1 Penukal kemudian pindah ke SMA N 3 Penukal dan terakhir ia pindah lagi disini SMA N 1 Penukal, dan kita tak tahu masalah yang sedang ia alami baik dari sekolah sebelumnya maupun di luar sekolah.

Sebelumnya, ketika baru memasuki ruangan (kelas) sempat menghadap meminta agar ia dipindahkan dari ruangan A ke ruangan B dan atas permintaan tersebut saya sempat berkoordinasi dengan pihak operator sekolah dan oleh karena ruangan B terlalu padat sudah 27 siswa sedang ruangan A baru 23 siswa maka pihak operator tidak menyetujui perihal permintaan siswi tersebut, ujar Jawiya.

sebelumnya saya sempat menanyakan permasalahan korban ke orangtuanya mengenai korban sering tidak konsen dalam belajar dan orangtuanya menjawab bahwa anaknya tidak terlalu terbuka kepada kami dan mengenai perpindahan sekolahnyapun ia tidak terlalu mendetail menceritakan permasalahannya.

Saya meminta kepada orangtua siswa sambung Jawiya, agar permaslahan korban supaya digali lagi takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan.

Mengenai pembullian siswi SMA N 1 Penukal itu tidak benar, saya tegaskan disini tak ada siswa maupun siswi yang berani membully sesama temannya, apalagi temannya pindahan dari sekolah lain, kalaupun ada yang berani membully teman sesamanya akan saya tindak tegas, akan saya hukum sesuai ketentuan sekolah, apabila teman Media kurang yakin silahkan konfirmasi kesesama teman sekolahnya, tegas Jawiya.(ted)

LEAVE A REPLY