Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Industri Keuangan Bank Syariah

0
1083
Uin
Bendungan Batu Tegi :Siswi Universitas UIN Bandar Lampung

RUBRIK, LAMPUNG – Dekat-dekat ini Bumi sedang diguncangkan dengan masalah yang cukup serius, cukup berat, dan cukup banyak melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, dari kalangan masyarakat pengangguran hingga pihak-pihak atasan yang berwenang dalam mengatur urusan negara.

Ujian yang dialami Bumi saat ini yaitu Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan seluruh kalangan dari masyarakat turut ikut serta dalam melindungi dirinya sendiri, lingkungan sekitar, bahkan negara. Pandemi Covid-19 ini muncul pada ujung penghabisan tahun 2019 yang diperkirakan berasal dari Wuhan yang merupakan Ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok. Wuhan termasuk dalam kategori kota terpadat penduduk dibagian pusat Tiongkok dengan jumlah 9.100.000 jiwa. Kota ini terkenal dengan adanya Corona Virus Disease 2019 yang berhasil membuat kepanikan seluruh masyarakat, bahkan hingga mendunia.

Covid-19 ini merupakan sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov-2 (sindrom pernapasan akut coronavirus 2), virus ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin, selain itu juga biasanya virus ini dapat menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

Munculnya penyakit yang menular ini telah menyebabkan berbagai gangguan sosial ekonomi global. Upaya dalam pencegahan Covid-19 juga sedang dilakukannya pembatasan jalan, penundaan dan pembatalan acara, penutupan fasilitas, penyaringan udara di bandara dan stasiun kereta api, bahkan mengakibatkan penutupan sementara sekolah dan universitas. Lalu bagaimana keadaan Indonesia saat ini ?, bagaimana keadaan sosial ekonomi di Indonesia ?, dan bagaimana pula keadaan lembaga keuangan-keuangan di Indonesia ?, terutama lembaga keuangan yang berbasis Syariah yang berprinsip pada kemaslahatan.

Covid-19 ini mengakibatkan berbagai sektor dan industri perekonomian negara menjadi tidak stabil bahkan mengalami kondisi krisis baik pada tingkat ekonomi global maupun pada sektor rill. Dalam mengatasi penyebaran Covid-19 Presiden Jokowi merancang sebuah kebijakan fiskal yang dihitung secara detail dampak dan risikonya agar memperkuat ekonomi nasional yang mampu mengatasi berbagai risiko, dan mampu melindungi gejolak dari ekonomi global, yang mana hal ini termasuk kedalam salah satu aktivitas Good Corporate Governance dalam lembaga keuangan .

Pandemi Covid-19 di Indonesia sangat mempengaruhi berbagai unit usaha, salah satunya yaitu Unit Usaha Syariah seperti Bank Syariah. Bank Syariah saat ini mengalami penurunan permintaan pembiayaan, selain itu juga Debitur yang akan melakukan pembayaran terganggu, bahkan terdapat Bank Syariah yang diinformasikan akan memangkas target pembiayaan pada tahun ini. Sehubungan dengan aktivitas dalam pertahanan pada saat pandemi Covid-19 ini, Bank Syariah pastinya melakukan manajemen terhadap beberapa risiko, seperti risiko pembiayaan, risiko pasar, risiko tingkat suku bunga, dan risiko operasional.

Selain kebijakan-kebijakan tersebut Bank Syariah dalam memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan sosial yang merupakan salah satu prinsip dari Bank Syariah tersebut mereka melakukan beberapa kebijakan guna menciptakan kesejahteraan dan keseimbangan kepada para Nasabahnya. Sehubungan dengan masalah yang dihadapi oleh Industri Syariah dalam menjalankan unit usahanya ditengah pandemi Covid-19 ini, akankah ada celah untuk Industri Syariah bersinar ?, apa yang akan dilakukan oleh Industri Syariah tersebut?.

Indonesia saat ini telah mengalami revolusi industri 4.0 yang mana dalam era revolusi industri 4.0 ini Ilmu tekhnologi lah yang akan menguasai kehidupan manusia. Nah, dari adanya berbagai masalah yang dihadapi oleh berbagai Industri Keuangan, termasuk juga Bank Syariah, ini merupakan salah satu akses menuju celah agar Bank Syariah dan Industri keuangan lainnya bersinar ditengah pandemi Covid-19 ini.

Bank Syariah telah menggunakan aplikasi Bank yang dapat diakses dimanapun penggunanya, dan apapun kebutuhan transaksi penting seperti pembayaran tagihan PLN, uang kuliah, asuransi, telepone, internet, BPJS, sampai pembayaran zakat dan shadaqah bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah, hal ini termasuk salah satu sikap pemanfaatan dari tekhnologi informasi dalam meningkatkan suatu layanan dan juga sebagai wadah untuk memperluas jaringan Bank Syariah. Dalam hal ini tekhnologi hadir sebagai penyelamat bagi masyarakat dari berbagai kondisi, tepatnya saat terjangkitnya Pandemi Covid-19.

Rita Diana Mei Sari
1Pubian, Lampung Tengah
11 April 2020
UIN Raden Intan Lampung

LEAVE A REPLY