Cari Solusi Penyakit Tanaman Petani Lamteng, Anggota DPRD Sumarsono Gandeng BPTP Lampung

0
484
DPRD Lamteng,Sumarsono,Padi Lampeng,BPTP
Anggota DPRD Lamteng Sumarsono meninjau persawaahan Lampung Tengah

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Anggota DPRD Lampung Tengah Sumarsono turun tangan untuk mengatasi berbagai macam penyakit tanaman yang sering dikeluhkan petani. Sumarsono bahkan mengundang peneliti pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung untuk meneliti penyakit tersebut.

Sumarsono juga mencoba secara langsung menanam padi beras merah sebagai percontohan agar mampu bertahan hama dan penyakit. Dengan memakai pupuk asap cair tanaman milik Sumarsono kini bertahan dan hampir panen.

‘’Kami mengundang BPTP ke tempat ini karena banyak padi milik petani lain yang fuso atau gagal panen. Dan kebetulan mereka adalah ahlinya. Dikarenakan adanya miskomunikasi sehingga masyarakat petani salah aplikasi dan sebagainya,” kata Sumarsono, Rabu (17/5/2017).

Oleh karena itu, anggota Komisi II DPRD Lampung Tengan ini mengatakan, BPTP Lampung akan memberikan edukasi kepada petani dalam menangani berbagai macam penyakit tanaman dan tumbuhan agar ke depan petani lebih sejahtera.

Terkait penggunaan pupuk kimia, saat ini pihaknya bersama masyarakat petani akan berangsur-angsur menggunakan pupuk organik. Ia berharap dengan penggunaan pupuk organik unsur hara dalam tanah akan pulih seperti sedia kala.

Sementara itu peneliti BPTP Lampung Jevi Hendra mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan berbagai macam penyakit yang dihadapi oleh petani saat ini. Tetapi dengan turun langsung ke lapangan barulah dapat menentukan penyebabnya.

‘’Setelah kita bawa ke laboratorium barulah kita bisa memastikan seratus persen apa gejala di lapangan ini,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan sementara di lapangan, dapat diketahui tanaman petani diserang hama tunggro dan juga jenis penyakit baru yang disebabkan oleh bakteri pluvodia yang juga menyerang tanaman di Pulau Jawa.

Hal itu, kata dia, akibat tingginya penggunaan herbisida. Menurutnya, ini dapat diatasi dengan cara  membuat pestisida hayati dari tanah yang diambil pada tanaman yang sehat di antara tanaman yang terserang penyakit.(*)

LEAVE A REPLY