Bupati Mustafa Sambut Kembalinya Bocah Hilang Asal Lamteng
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Kepala Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Jakarta, Neneng Heryani dan pihak Kementerian Sosial RI didampingi Dinas Sosial Provinsi Lampung menyerahkan Aldi (12), anak asal Lampung Tengah yang hilang beberapa waktu lalu. Acara serah terima langsung di rumah dinas Bupati Lampung Tengah Mustafa, Selasa (1/3/2016).
Aldi ditemukan hidup terlunta-lunta oleh pihak Panti Sosial Marsudi Putra Handayani di Jakarta
Setelah sempat dibina beberapa minggu di panti tersebut, kini Aldi dikembalikan ke orangtuanya yang berada di Lampung Tengah.
Kendati demikian, Neneng menegaskan, akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait di Lampung Tengah untuk tetap mengawasi perkembangan psikologis Aldi beberapa bulan kedepan.
Sementara orangtua Aldi , mengaku senang atas kepulangan anaknya tersebut, dan mengucapkan terima kasih atas jasa semua pihak yang terlibat dengan proses pemulangan Aldi, baik yang terlibat secara langsung atau tidak.
Aldi sempat menghilang dari rumah selama kurang lebih tiga bulan. Bocah 12 tahun ini ternyata nekat ke Jakarta untuk mencari sang ayah yang telah berpisah dengan ibunya. Selama hidup di Jakarta, bocah kelas 6 SD ini sempat ditawarkan untuk menjadi pengemis oleh anak jalanan lainnya, namun ditolak dan memilih untuk hidup dari masjid ke masjid.
Murid kelas 6 SDN 1 Komring Putih, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah ini adalah salah satu anak yang menjadi korban dari kerusakan rumah tangga, di mana kecintaan terhadap keluarga terpaksa harus terpisah oleh perceraian kedua orangtua, yang megakibat gangguan psikologis bagi sang anak.
Kerinduan Aldi terhadap sang ayah, membuatnya gelap mata hingga nekat untuk kabur ke Jakarta mencarinya. Sebelum ditampung oleh PSMP Handayani, selama pencarianya 3 bulan di ibu kota, Aldi mengandalkan hidup dari masjid ke masjid.
Akibat tekanan psikologis dan perlakuan kurang baik yang dialaminya selama ini, Aldi masih terlihat trauma dan tak mau bicara. Dia hanya menundukan kepala dan menangis tak mau pulang ke rumahnya yang berada di Komring Putih. Aldi tetap meggelengkan kepala saat akan diantar pulang oleh Bupati Mustafa.(rubrikmedia)