Bupati Mustafa Akan Lestarikan dan Kembangkan Ogoh-ogoh

0
1293

RUBRIK,LAMPUNG TENGAH – Menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1938, umat Hindu di Kecamatan Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah menggelar Festival Ogoh-ogoh, Sabtu (5/3/2016). Festival ini diikuti kurang lebih 12 desa yang ada di Kecamatan Seputihraman dan 32 peserta festival.

Acara festival Ogoh-ogoh ini dibuka oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo yang diwakili oleh Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Adeham dan dihadiri Bupati Lampung Tengah Mustafa, anggota DPD Anang Prihantoro, Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo serta sejumah tokoh adat dan masyarakat setempat.Pemukulan Gong Festival Ogoh-Ogoh

Dalam sambutannya Adeham mengatakan, Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi yang tinggi dengan terlaksananya Festival Ogoh-ogoh dan berharap acara ini dapat berlangsung dengan tertib, sehingga di Hari Suci Nyepi nanti umat Hindu dapat beribadah dengan tenang. Selain itu Pemerintah Provinsi membuka ruang untuk kemajuan festival ogoh-ogoh yang dilaksanakan di Lampung Tengah dimana Festival Ogoh-ogoh ini sangat penting karena salah satu simbol menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1938.

“Karena acara seperti ini adalah mmomentum yang tepat untuk umat Bali khususnya umat Hindu untuk mengenalkan tradisinya yang lebih luas sehingga dapat memasyarakatkan hasil-hasil karyanya dan menjadikan acara ini sebagai bahan evaluasi kepada respon masyarakat,” katanya.

“Festival ogoh-ogoh bukan hanya pentas hasil karya budaya namun secara spritual dimaksudkan sebagai contoh bahan intropeksi diri seperti darimana kita tadinya, di mana kita sekarang dan akan ke mana kita nantinya. Maka sangat tepat pada Perayaan Nyepi tahun ini bagi umat Hindu melakukan perenungan tentang apa yang diperbuat selama ini dan harus dapat mengubah energi negatif menjadi energi positif, seperti sifat yang kurang terpuji menjadi sifat yang terpuji mulia, hal ini penting sebagai upaya kita bersama menciptakan situasi dan kondisi masyarakat Lampung agar senantiasa kondusif,” imbuh Adeham.

Bupatib Mustafa Acara Festival Ogoh-Ogoh

Bupati Lampung Tengah Mustafa pun mengapresiasi dan mendorong warga Bali untuk melestarikan budayanya. Mustafa pun menyatakan akan menganggarkan dana dalam APBD Lampung Tengah untuk melestarikan dan mengembangkan Kesenian adat Budaya Bali ini, sehingga Festival Ogoh-ogoh akan terus berkembang di Lampung Tengah.

“Saya berterimakasih kepada saudara-saudara saya warga Seputihraman yang telah menggelar festival Ogoh-ogoh dengan cukup meriah. Selaku Bupati Lampung Tengah saya akan mendukung Kebudayaan warga Bali khususnya umat Hindu agar terus berkembang. Pemerintah daerah akan menjadikan Festival Ogoh-Ogoh menjadi festival yang akan dipertontonkan tidak hanya di Provinsi Lampung saja. Semoga dalam pelaksanaan festival ogoh-ogoh ini dapat menghasilkan energi positif dalam diri kita sehingga dapat membuang sifat buta kale pada diri kita semua,” kata Mustafa.

Buta Kale

Ogoh-ogoh sendiri merupakan simbol buta kale (iblis) yang akan mengganggu bagi umat Hindu saat beribadah merayakan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (9/3/2016) mendatang. Selanjutnya ogoh-ogoh ini akan diarak berkeiling desa kemudian dibakar untuk mengusir roh-roh jahat.

Menurut kepercayaan umat Hindu, prosesi arak-arakan ogoh-ogoh merupakan salah satu adat keagamaan yang sudah wajib dilakukan oleh umat Hindu ketika menjelang Hari Raya Nyepi. “Setiap menjelang Hari Raya Nyepi upacara atau festival Ogoh-ogoh wajib dilaksanakan karena untuk menghalau gangguan para buta kale yang akan mengganggu kami selaku umat Hindu yang akan melakukan ibadah pada Hari Raya nyepi nanti,” ujar Made Agus, salah satu peserta festival.

Sedangkan untuk mengangkat Ogoh-ogoh yang terbuat dari bahan dasar Kertas dan lem yang dibuat dari tepung aci ini butuh kurang lebih 24 orang. Karena di antara puluhan ogoh-ogoh ini beratnya bisa mencapai 300-500 kilogram.(Advetorial)

LEAVE A REPLY