FKUB dan Polisi Minta Warga Jangan Mudah Terprovokasi Isu Pemecah Kebhinekaan
RUBRIK, SUKADANA – Sebanyak 111 warga Desa Gunungagung, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur mengikuti dialog Kebhinekaan yang digelar oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera).
Dialog yang bertema “dialog antarumat beragama sebagai upaya menjaga nilai pluralisme dalam bingkai kebhinekaan” digelar di Balai Desa Gunungagung, Jumat (23/12/2016).
Narasumber dalam dialog tersebut yaitu, Kapolsek Sekampungudik Iptu Abadi, Wakil Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama Lampung Timur Kudori Janah, Ketua Forum Komunikasi Umat Kristiani Lampung Timur Maidun Purba, dan Ketua Parisada Hindu Lamtim, I Wayan Sutapo.
Pemateri memberi pandangan kepada warga agar jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menciptakan konflik sosial, apalagi seperti yang disampaikan Wakil FKAUB Lamtim Kudori Janah, dengan beraneka ragam jenis ponsel yang sudah sangat modern sangat berperan sebagai alat penyebar isu.
“Ponsel yang berfungsi sebagai alat komunikasi bisa menjadi alat penyebar isu jika tidak cermat menggunakannya,” kata Kudori Janah.
Sementara itu, Kapolsek Sekampungudik Iptu Abadi meminta kepada warga Sekampungudik yang sebentar lagi tiba hari Natal dan tahun baru, tentu bagi agama kristiani akan melakukan peribadatan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru, diharapkan bagi agama lain agar bisa saling menghormati.
“Ini momen yang pas bagi kami selaku pihak keamanan untuk memberi arahan tersebut dan kebetulan banyak warga yang berkumpul di Balai Desa ini,” kata Iptu Abadi.
Salah seorang warga yang mengikuti dialog, Gunawan mengharapkan kepada Pemerintah Lampung Timur agar banyak menciptakan lapangan pekerjaan, karena orang yang tidak punya pekerjaan akan mudah terprovokasi, tapi jika mereka memiliki kesibukan (pekerjaan) maka akan fokus dengan kesibukannya.
“Pengangguran itu sangat-sangat menjadi permasalahan jika tidak secepatnya ditanggulangi,” kata Gunawan.(*)