Mustafa Minta Kakam Rancang Program Sesuai Potensi dan Kondisi Daerahnya
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Sebagai ujung tombak pemerintah, kepala kampung di Kabupaten Lampung Tengah diharapkan dapat merancang program yang sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing daerah, khususnya dengan adanya alokasi dana desa dari pemerintah pusat.
“Kepala kampung harus memahami potensi dan kondisi masyarakatnya, lalu fokus pada pengembangan potensi tersebut. Adanya dana desa, juga harus mampu mengelola anggaran dengan baik yang berasaskan manfaat, transparansi, efektif dan efisien,” ungkap Bupati Lampung Tengah Mustafa saat melantik Baherman Maduka sebagai Kakam Gunung Agung Kecamatan Anak Tuha, Senin (18/7/2016).
Selain itu, Mustafa juga mengharapkan kakam mampu bersinergi mendukung program Pemkab Lampung Tengah, di antaranya sektor keamanan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi kreatif.
Dalam hal menggencarkan gerakan ronda, kakam harus menjadi pelopor dan teladan untuk mengaktifkan aktivitas ronda di kampung masing-masing.
“Kakam harus tegas. Pastikan aktivitas ronda berjalan dengan baik. Jika tidak aktif, lakukan evaluasi, gerakkan warganya untuk ikut ronda,” ujar Mustafa.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan untuk menjadikan Kecamatan Anak Tuha sebagai kampung adat. Ini menyusul masih kentalnya budaya dan adat istiadat Lampung di kecamatan tersebut.
“Kecamatan Anak Tuha juga merupakan kampung tua. Rencananya kampung adat ini akan menjadi kampung percontohan. Diharapkan langkah ini bisa melestarikan adat Lampung di kalangan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu Camat Kecamatan Anak Tuha Rasmin menuturkan terpilihnya Baherman Maduka sebagai Kakam Gunung Agung merupakan hasil pemilihan Kakam pada 24 Maret lalu.
“Kecamatan Anak Tuha sendiri terdiri dari delapan kampung dan menjadi satu-satunya kecamatan di Lampung Tengah yang mendapatkan Gerbang Saburai. Mudah-mudahan ini semakin menggenjot pembangunan di Anak Tuha,” harapnya. (Ddy)