Anak Kedua Andalas dan Ratu Tambah Populasi Badak di Dunia
RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Badak Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melahirkan, pada Kamis (12/5/2016). Lahirnya satu ekor badak sama dengan menambah satu persen populasi ekor badak di dunia.
Namun Kepala Balai TNWK Subakir belum bisa memberikan keterangan jenis kelamin badak yang baru lahir.
“Memang benar di SRS telah lahir satu ekor badak tapi soal jenis kelaminnya nanti kami kabari, kami menunggu perintah dari pusat,” kata Subakir.
Subakir mengatakan, hingga Jumat (13/5/2016) pukul 13.40, lokasi SRS masih dalam kondisi steril. Pos pelang hijau menuju SRS dijaga ketat oleh anggota polhut.
Menurut Subakir, sterilisasi dilakukan guna menjaga kondisi kesehatan badak yang baru lahir. Subakir mengatakan, kelahiran badak tersebut ditangani oleh empat dokter, yakni dokter Zulfi Hasan Arsan, Made Ferawati, Elizar, dan seorang pawang Paul.
“Saya belum menerima informasi lengkap dari tim dokter yang menangani tentang kelahiran anak badak yang baru ini, namun yang pasti kelahirannya berlangsung normal,” kata dia.
Sementara itu Dr Dedi yang pernah menangani kelahiran badak di SRS mengatakan, badak yang baru lahir, induk jantannya bernama Andalas dan betinanya bernama Ratu.
“Andalas (jantan) berumur 5 tahun, sedangkan Ratu (betina) berumur 4 tahun,” kata Dedi.
Sedangkan populasi badak di dunia ini ada 100 ekor. Lahirnya satu ekor badak sama artinya populasi badak menambah satu persen.
Dedi mengatakan, Andalas dan Ratu tersebut juga 4 tahun silam sudah melahirkan sa
tu ekor badak yang diberi nama Andatu (jantan).
“Untuk usia subur badak betina yaitu berumur 30 tahun ke bawah. Asumsinya selama hidup badak betina bisa melahirkan 5 sampai 6 ekor,” ujarnya.
“Sampai saat ini Ratu masih berada di kandang lahir, soal peralatan medis pasti lengkap dan dipasang CCTV guna memantau gerak gerik badak,” imbuh Dedi.(AG)