700 Hektar Tanaman Jagung Terancam Kekeringan
RUBRIK, LAMTIM – Hasil tanaman jagung seluas 700 hektar di Kecamatan Way Jepara Lampung Timur (Lamtim) yang ditargetkan panen akhir November dan awal Desember mendatang diprediksi tidak maksimal.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Way Jepara Utoro mengatakan, jika hingga November tidak turun hujan dipastikan tanaman jagung di kecamatan tersebut akan mengalami penurunan produksi. “Bukan gagal panen, tetap panen namun hasil tidak maksimal karena kurang mendapatkan air,” jelas Utoro, Rabu (10/10).
Petani akan mengambil langkah jika kemarau berlangsung hingga November, solusi yang diambil menjual tanaman jagung untuk pakan ternak, sehingga petani tidak akan menunggu sampai masa panen.
Lanjut Utoro, 500 hektar sawah di Kecamatan Way Jepara juga dikosongkan karena kemarau panjang. Dipastikan lahan yang dikosongkan saat kemarau akan kembali ditanami pada musim rendeng mendatang yang diperkirakan akhir November.
Salah satu petani Ngatiran menuturkan, tanaman jagungnya sudah dijual kepada pengusaha penggemukan sapi. Sebab jika tidak dijual untuk pakan ternak dan menunggu masa panen sudah dipastikan hasilnya tidak maksimal.
“Rata-rata petani menjual kepada peternak sapi atau untuk pakan sapi sendiri,” bebernya.(Agus)