Wabup Lamteng Loekman Minta PT Santori Taat Pajak dan Berdayakan Masyarakat Sekitar
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoysoemarto bersilaturahmi sekaligus mengecek PT Santosa Agrindo (Santori) di Unit Bekri, Kecamatan Anak Tuha bersama SKPD dan staff ahli, Senin (16/10/2017).
PT Santosa Agrindo atau yang sering di sebut PT Santori merupakan perusahaan di bidang penggemukan sapi dan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi.
Daging sapi hasil penggemukan diolah menjadi produk makanan seperti sosis dan daging sapi segar yang akan diekspor ke mancanega maupun dalam negeri. Sementara pupuk organik sendiri akan dijual ke perusahaan-perusahaan besar.
Wakil Bupati Loekmandjoyosoemarto menyampaikan bahwa kunjungan kerja satu persatu ke perusahaan ini untuk membuka dan memperdalam komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah.
“Tujuan kunjungan Saya ke perusahaan Perusahaan di Lampung Tengah ini untuk membuka jalur komunikasi dan mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan perusahan dan juga sebagai tugas saya dalam mengayomi masyarakat, baik itu masyarakat pelaku usaha ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Dengan memperhatikan kenyamanan masyarakat dapat melaksanakan kehidupan dengan baik, nyaman sehingga akan menimbulkan kesejahteraan,” ungkap Loekman.
Pemerintah Lampung Tengah juga meminta kepada pihak perusahaan untuk bisa memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat sekitar dan berkontribusi dengan Pemda Lamteng. “Bukan hanya PBB, tetapi juga untuk pajaknya agar bisa diurus di wilayah domisili perusahaan itu berdiri untuk membantu meningkatkan PAD,” katanya.
Loekman juga mengimbau agar PT Santori ini lebih memperhatikan dan memanfaatkan lahan sekitar kolam IPAL agar ditanami pohon sebagai penghijauan dan memperbanyak oksigen, serta bisa mengurangi bau dari limbah kotoran sapi.
“Kalau banyak pohonnya kan lebih segar juga lebih enak udaranya,” tutup Loekman.
Zamzam, Kepala Unit PT Santori menanggapi permintaan dari Wakil Bupati dan menyatakan akan diusulkan ke pusat. “Ini akan kami laporkan ke pusat, kalau emang seperti itu aturannya yang benar ya pasti kami ikuti,” ujarnya.(Ddy)