Akibat Jalan Rusak Parah, Para Guru di Pali Terlambat Datang ke Sekolah

0
2083
Jslan buruk di PaLi, Guru terlambat datang
Photo via Medsos

RUBRIK, PALI – Jalan merupakan salah satu faktor penunjang majunya perekonomian di suatu daerah. Tak hanya faktor ekonomi, kondisi jalan juga bisa mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Akibat jalan rusak dan berlumpur, beberapa guru dan kepala sekolah yang mengajar di SDN 23 Talang Ubi Kabupaten PALI menjadi terlambat datang ke sekolah.

Seperti yang terjadi di Desa Suka Damai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Provinsi Sumsel.

Hanya karena kondisi jalan di daerah tersebut rusak parah, kualitas pendidikan di desa tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan sesa lain.

“Akibat jalan rusak, guru dan siswa di Desa Suka Damai sering datang terlambat di sekolah. Hal ini tentu saja mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah tersebut,” ungkap Emilia, kepala SDN 23 Talang Ubi, Senin (8/1/2018)

Menurut Emilia, di musim penghujan seperti sekarang ini, jalan menuju ke sekolah tempat ia bertugas sangat becek dan licin.

Akibatnya salah seorang guru terjatuh dari sepeda motor dan menyebabkan pakaian yang dikenakan kotor, serta guru-guru pun sering datang terlambat padahal pada pukul 05.30, mereka sudah berangkat menuju sekolah.

Karena kondisi jalan yang berlumpur, guru-guru pun baru dapat melakukan proses belajar mengajar setelah pukul 08.30 bahkan pukul 09.00. Padahal jadwal mengajar dimulai pukul 07.30 WIB.

“Coba bayangkan jika jatuhnya saat mau berangkat ke sekolah pasti sudah tidak nyaman lagi untuk mengajar jika pakaian kita penuh lumpur,” ungkap Emilia.

Kondisi ini, lanjut Emilia, harus segera ditanggulangi agar para guru dan siswa tidak terlambat datang ke sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan harapan.

”Kami sangat mengharapkan Pemkab PALI melalui instansi terkait dapat menganggarkan dana untuk perbaikan jalan di daerah tersebut. Mengingat jalan yang dilalui setiap hari untuk ke sekolah sudah rusak parah,” harapnya.

Kemudian tambah Emilia, selain guru dan siswa, warga yang ada di Desa Suka Damai juga kesulitan dalam menjual hasil pertaniannya.

Karena ongkos angkut hasil pertanian warga menjadi mahal, mengingat kondisi jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda empat.(tdy)

LEAVE A REPLY