JELANG MUSIM HUJAN, PEMKOT METRO SIAGAKAN POSKO BENCANA 24 JAM
RUBRIK,METRO – Pemerintah Kota Metro memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan 2026/2027. Posko penanganan bencana diminta beroperasi selama 24 jam guna mengantisipasi kondisi darurat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menyikapi Surat Edaran BNPB Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2026/2027.
Rafieq mengatakan, Pemkot Metro akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk memetakan wilayah rawan banjir, memastikan kesiapan personel, peralatan, serta logistik penanganan bencana.
Selain itu, pemantauan cuaca dan peringatan dini dari BMKG harus dilakukan secara rutin. Pemerintah juga diminta menggelar apel kesiapsiagaan serta mengoptimalkan Dana Siap Pakai apabila status keadaan darurat ditetapkan.
“Posko penanganan bencana harus dipastikan beroperasi selama 24 jam. Kesiapan personel dan seluruh sumber daya harus benar-benar diperhatikan,” kata Rafieq, Senin (2/11/2026).
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan petugas. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor penting.
Salah satu langkah yang didorong Pemkot Metro adalah program Pilah Berkah (Sampah Dipilah, Sekolah Berkah) untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini sekaligus mengurangi risiko penyumbatan saluran drainase.
Pemkot Metro berharap kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dapat berjalan beriringan sehingga potensi banjir dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (Red)
Alternatif judul yang lebih tajam:
- Antisipasi Banjir, Pemkot Metro Wajibkan Posko Siaga 24 Jam
- Hadapi Musim Hujan, Rafieq Minta Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat
- Metro Bersiap Hadapi Banjir, Posko Bencana Disiagakan 24 Jam
Rekomendasi saya: judul pertama karena langsung menonjolkan kebijakan dan langkah konkret Pemkot Metro.