Wujudkan Target Lumbung Daging, Lampung Tengah Dorong Inseminator Bibit Sapi
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Guna mewujudkan program swasembada daging di Kabupaten Lampung Tengah, Bupati Mustafa mendorong para inseminator untuk dapat mendorong pertumbuhan bibit-bibit sapi di Lampung Tengah.
Hal ini disampaikan Mustafa saat menggelar pertemuan dengan para inseminator Lampung Tengah, Selasa (25/4/2017).
Para inseminator diminta untuk terus meningkatkan skill dan terobosan-terobosan baru yang mampu mendorong pertumbuhan budidaya sapi di Lampung Tengah.
“Peran inseminator sangat krusial dalam mengejar target Lampung Tengah sebagai lumbung ternak. Saya minta inseminator terus meningkatkan kemampuan dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengembangkan sapi-sapi berkualitas di Lampung Tengah,” katanya.
Saat ini, pihaknya sedang menggodok konsep pengembangan sapi di kampung-kampung. Rencananya pemerintah akan menggelontorkan anggaran untuk bantuan bibit sapi sebanyak 10 ekor di setiap kampung. Dengan total 311 kampung, ke depan diharapkan Lampung Tengan bisa surplus 3.110 ekor sapi.
Ke depan perusahaan-perusahaan juga akan dilibatkan dalam kemitraan. Selain itu pemkab akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada peternak-peternak sapi di seluruh kampung di Lamteng agar bisa menjadi pembudidaya yang profesional dan berkualitas.
“Perusahaan harus terlibat dalam pengembangan budidaya sapi di Lampung Tengah. Bisa lewat kerja sama kemitraan atau pendampingan peternak-peternak yang ada. Saya minta perusahaan tidak hanya besar sendiri, tetapi juga bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat,” tandasnya.
Sebagai kabupaten terluas dan dikenal dengan sektor pertanian, Mustafa menilai Lampung Tengah memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya ternak sapi. Ia bahkan optimistis Lampung Tengah bisa menjadi lumbung daging yang mampu memenuhi kebutuhan daging secara nasional.
“Lampung Tengah memiliki SDM-SDM yang mumpuni di sektor peternakan. Kita juga mempunyai lahan pertanian yang luas, sehingga kebutuhan pakan ternak Insya Allah terpenuhi. Jika ini kita kembangkan, mereka kita latih dan bina, saya percaya Lampung Tengah bisa swasembada daging, bahkan tidak menutup kemungkinan ekspor ke luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Kadis Peternakan Lampung Tengah Taruna Bifi Koprawi menerangkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan sekitar 10 ribu sapi induk wajib bunting (siwab). Dari jumlah ini ditargetkan bakal berkembang 50-60 ribu ekor sapi.
Di sini inseminator berperan melakukan inseminasi buatan, sebagai upaya penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.
“Mudah-mudahan pengembangan siwab ini bisa membantu mewujudkan target Pemkab Lampung Tengah menjadi lumbung pangan dan lumbung daging. Dengan segala potensi yang ada, kami optimistis Lampung Tengah surplus daging,” pungkasnya.(*)