Bayi 10 Bulan Derita Gangguan Saraf, Orangtuanya Pasrah karena Keterbatasan Biaya
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Di tengah gencarnya program pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan balita, ada fakta mengejutkan yang ditemukan di Lampung Tengah.
Seorang bayi berumur 10 bulan bernama Muhammad Bagas di kabupaten tersebut mengalami gangguan saraf. Ironisnya, hingga dua bulan terakhir, orangtuanya terpaksa hanya merawat buah hatinya di rumah.
Alasan keterbatasan biaya membuat kondisi sang bayi terus memburuk tanpa perawatan medis. Orangtuanya pernah membawa si buah hati berobat, tapi akhirnya usaha tersebut terhenti setelah mereka kehabisan biaya.
Saat ditemui media, Muhammad Bagas terbaring lemah di atas selembar tikar yang digelar di lantai semen rumah kakeknya. Rumah tersebut berada di Kampung Bulusari, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.
Misman, orangtua Bagas, yang bekerja sebagai buruh serabutan mengaku pasrah dengan keterbatasan ekonomi keluarganya. Apalagi hingga kini, Misman masih menumpang di rumah mertuanya.
Menurut Misman, selama delapan bulan setelah lahir, dirinya telah berupaya mengobati penyakit Bagas ke sejumlah rumah sakit menggunakan kartu BPJS.
Namun, karena penghasilan yang tidak menentu, Misman tak mampu menutup iuran bulanan yang diwajibkan BPJS. Keluarga akhirnya memutuskan membawa pulang Bagas.
Untuk itu, Tri Wahyuni, ibu bayi imut tersebut mengharapkan ada yang membantunya mengubah data BPJS tersebut agar anaknya mendapat perawatan kesehatan tanpa mahar.
Prapto, sang kakek mengungkapkan, sejak lahir cucunya tersebut memang sudah menunjukkan keganjilan pada fisiknya. Salah satunya ialah ubun-ubun yang tidak berdenyut seperti bayi pada umumnya.(Ky/sly)