Ini Orasi Wabup, Kapolres, dan Dandim di Gelaran Nusantara Bersatu Lampung Barat
RUBRIK, LAMPUNG BARAT – Dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa yang saat ini seakan terancam dan menjadi isu nasional, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Pemkab Lambar, Rabu (30/11/2016).
Apel tersebut diikuti beberapa elemen masyarakat mulai dari TNI, Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan, Komunitas Kesenian Rakyat, Organisasi Kepemudaan, serta Pelajar se-Lampung Barat.
Turut hadir dalam aksi tersebut anggota DPRD Lambar, Dandim 0422 Lambar, Letkol Inf Iskandar, Kapolres Lambar Andy Kemala, Kajari Liwa Alex Rahman, Kepala Pengadilan Negeri Liwa, Ketua MUI, dan tokoh agama tokoh masyarakat pemuda, dan lainnya.
“Insha Allah, apel yang digelar mudah-mudahan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat kita, khususnya untuk lebih mempersatukan masyarakat secara keseluruhan,” ujar wakil Bupati Lambar Makmur Azhari di acara tersebut.
Makmur menuturkan, secara teknis akan diselenggarakan beberapa kegiatan dalam Apel Nusantara Bersatu. Di antaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama, lagu-lagu patriotis, pembacaan puisi dengan tajuk kebangsaan, dan orasi-orasi nasionalisme yang akan disampaikan sejumlah tokoh.
“Kita tidak menginginkan perpecahan terjadi. Tanpa beragam suku, kepercayaan dan budaya, bukan Indonesia namanya. Apalagi kita sering menyebut kalau Kabupaten Lambar adalah Junjungan, maka kita harus bisa buktikan kalau kita merupakan salah satu daerah yang siap menjadi jujungan untuk hidup rukun, aman, dan selalu bersama dengan penuh sikap kekeluargaan,” jelas wabup.
Wabup juga mengimbau, kepada unsur pemerintah terkecil di Lambar, seperti Rukun Tetangga, Rukun Warga, Dusun dan Kepala Desa serta mitra kerja lainnya yang ada di desa, agar kiranya dapat melakukan berbagai upaya penguatan kesatuan dan persatuan bangsa di kawasan masing-masing.
“Harus kita yang memulainya, jangan tunggu-tunggu lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperhatikan, memfasilitasi dan memperjuangkan keutuhan kesatuan bangsa ini. Kami sangat menekankan aparatur desa berperan aktif untuk ini. Kemudian ide gagasan ini dilandasi dengan semangat persatuan dan kesatuan pejuang ketika merebut kemerdekaan,” tegas wabup.
Menurut Dandim 0422/LB Lampung Barat Letkol Inf Iskandar, pihaknya ingin semua masyarakat menunjukkan lagi Indonesia adalah negara yang besar, plural dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dari Pancasila.
“Mengenai situasi gejolak politik nasional di Lambar insha Allah aman. Rasa persatuan dan kesatuan itu, harus dibina dan harus selalu dipelihara, salah satu wujud membina serta memelihara kebhinekaan yakni rasa persatuan juga kesatuan antara lain diwujudkan dengan kegiatan nusantara bersatu ini,” katanya.
Dandim mengatakan, pihaknya yakin dan percaya jaya persatuan dan kesatuan yang bisa menjadikan Indonesia merdeka dengan Bhinika tunggal Ika berbeda beda namun tetap bersatu.
“Untuk pemuda Indonesia, khususnya di Lambar mari kita satukan rasa kesatuan kita untuk membangun kedamaian di kabupaten kita masing- masing. Salah satu cara menghilangkan perbedaan persatuan dan kesatuan adalah peduli terhadap lingkungan kita peduli terhadap korban bencana alam,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lambar AKBP Andy Kemala menerangkan, di Lambar sudah ada tim terpadu penanganan konflik. Dia pun meminta Babinkamtibmas dan Babinsa bisa menjadi penyelesai konflik dan saling kerja sama deteksi dini.
Andy meminta para Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersinergi dengan intelijen supaya dapat mengantisipasi gejala yang ada di wilayahnya masing-masing di antaranya soal keyakinan atau agama.
“Anggota intel dan Babinkamtibmas merupakan ujung tombak segala informasi Polri dalam setiap kejadian, sehingga adanya suatu penekanan agar para pengemban Babinkamtibmas untuk setara dengan Babinsa berlomba-lomba mencari informasi setiap kejadian, dan harus datang serta menyelesaikan masalah di daerahnya secara tuntas tanpa berbuntut,” tutup Kapolres.(*)