STAIN Jurai Siwo Metro Siapkan Diri Setelah Resmi Jadi IAIN Metro
RUBRIK, METRO – Ketua STAIN Jurai Siwo Metro Hj Enizar menyampaikan bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI No 71 tanggal 1 Agustus 2016, STAIN Jurai Siwo Metro telah menjadi IAIN Metro. Pada tahun 2016 ini, Enizar berharap dengan transformasi tersebut, IAIN Metro dapat diresmikan oleh Menteri Agama RI.
“Dengan transformasi STAIN menjadi IAIN ini, kami akan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk bisa melanjutkan pendidikan, yang mudah-mudahan kita akan mengelola empat fakultas, yang pada saat ini masih memiliki tiga jurusan,” ungkapnya dalam acara wisuda 396 mahasiswa/i, Kamis (29/9/2016).
Dalam rangka Wisuda Program Pascasarjana (S2) ke-9, Sarjana Strata Satu (S1) ke-24, dan Diploma Tiga (D3) ke-10 STAIN Jurai Siwo Metro Periode II tahun 2016, itu ada 24 mahasiswa Program Pascasarjana, Tarbiyah 211 orang, Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam 160 orang, dan Jurusan Dakwah 1 orang.
Enizar juga menyampaikan dalam menghadapi transformasi institusi tersebut, keluarga besar IAIN Metro berkomitmen untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kultur akademis, salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada dosen untuk studi lanjut ke S3.
“Selamat dan sukses kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah mencapai gelar Magister, Sarjana, dan Ahli Madya, semoga para wisudawan dan wisudawati menjadi lebih berkompeten, berkarakter, dan mengabdi memperjuangkan ajaran islam, serta mampu berperan serta mengaplikasikan keilmuwannya untuk membangun bangsa dan negara,” tambahnya.
Wakil Walikota Metro Djohan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada segenap Civitas Akademika STAIN Jurai Siwo Metro, khususnya kepada 396 wisudawan/i yang telah menyelesaikan studinya.
Ia meminta kepada wisudawan/i agar jangan lantas berpuas diri dengan apa yang telah didapatnya, karena wisuda tersebut pada hakekatnya masih merupakan langkah awal dari sebuah usaha.
“Saya berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar dapat menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran, mampu mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang didapatnya, serta dapat menjaga martabat dan nama baik almamater,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan dengan berubahnya menjadi Kampus IAIN Metro nanti kedepannya dapat lebih ikut membangun Kota Metro khususnya dalam bidang pendidikan, yang mampu bersaing baik di wilayah Provinsi Lampung bahkan di luar daerah,” imbuh Djohan.(*)