Kisruh HGU, Massa Bakar Mobil Dan Fasilitas Perusahaan Sawit

0
166

LAMPUNG TENGAH – Ratusan Massa dari lima Kampung di Kecamatan Pubian Lampung Tengah memporak porandakan hingga membakar Mes Karyawan PT GAJ.

Ke lima kampung  tersebut ialah,Kampung Gunung Aji, Gunung Raya, Negri Ratu, Tanjung Kemala dan Negri Kepayungan Kecamatan Pubian.

Selain mes (tempat tinggal karyawan) dua unit mobil dan gudang bl milik PT Gunung Aji Perkasa dibakar oleh ratusan masa. Sejumlah peralatan milik perusahaan perkebunan sawit itu juga terlihat menjadi sasaran amuk masa. Sabtu (19/11).

Menurut keterangan Kapolres Lampung AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, di tengah situasi yang tak terkendali itupun massa nyaris menghakimi warga setempat .Beruntung petugas kepolisian dan personil TNI berhasil menyelamatkan warga yang  disinyalir merupakan karyawan PT GAJ. Minggu, (20/11).

Kapolres menjelaskan, kerusuhan ini dampak dari tuntuan warga dari lima  kampung  yang meminta pengembalian lahan yang ditanami sawit oleh PT. Gunung Aji Jaya yang terletak di Kampung Gunung Haji Kecamatan Pubian.

Namun, Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffi mengatakan, jika mengarah pada bukti-bukti administrasi yang dimiliki oleh PT GAJ, lahan perkebunan sawit tersebut masih milik PT GAJ.

“Secara legal, lahan masih merupakan milik PT. Gunung Aji Jaya, HGU telah diperpanjang sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2040 dengan luas 493,63 Ha dengan sertifikat sebanyak 10 sertifikat, ” ujarnya.

,AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya,S.I.K.,M.Si menjelaskan “Kami Polres Lampung Tengah, telah melakukan berbagai upaya mapping dan deteksi terhadap permasalahan yang muncul.

Bahkan sejumlah personil Polres Lamteng sudah mulai melakukan dialog kepada pihak perusahaan dan tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam permasalahan tersebut untuk menghindari kerusuhan yang lebih luas.

“Sat Binmas Polres Lampung Tengah telah melakukan edukasi, sosialisasi terhadap warga dan mendorong Tomas, Toga dan Toda untuk memberikan pemahaman terhadap legalitas perusahaan serta himbauan untuk tidak melakukan tindakan- melanggar hukum,” jelas Kapolres.

Atas kejadian itu  juga, AKBP Doffi  bersama Bupati Lamteng Musa Ahmad juga telah melakukan upaya mediasi dan memberikan edukasi kepada perwakilan masyarakat tentang status HGU tersebut.

Kapolres Lamteng AKBP Doffie mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan – tindakan yang diluar aturan atau melanggar hukum.

“Saat ini Situasi aman terkendali, kami sudah menempatkan sejumlah personil Samapta untuk melaksanakan patroli prioritas di lingkungan PT. Gunung Aji Jaya dengan menempatkan personil Brimobda di lokasi kantor dan areal perkebunan,” papar nya.

Atas pristiwa ini, setidaknya ada 85 Personil Polres Lamteng, Brimob Batali B Lamteng  100 orang, Sat Brimobda Lampung 200 Personil serta TNI 30, anggota kemudian Sat Pol PP.  Diterjunkan untuk mengamankan lokasi kerusuhan.

Kerusuhan ini juga imbas dari kekecewaan masyarakat atas lambanya respon dari pihak terkait, sehingga timbul kemarahan yang berujung mpengerusakan terhadap aset Perusahaan PT. GAJ.

Selain itu dalam upaya penegakkan hukum, telah dilakukan upaya Represif oleh , Sat Reskrim Polres Lampung Tengah, dengan melaksanakan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana yang terjadi, untuk diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, untuk menjaga situasi tetap kondusif saat ini pengamanan masih kami lakukan di lokasi. Mohon doa nya supaya persoalan ini segera selesai,”lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, kerugian diperkirakan lebih kurang mencapai 3.350.000.000.

Sampai dengan berita ini diturunkan situasi dilokasi kerusuhan sudah aman terkendali namun sejumlah anggota masih berjaga di tempt kejadian. (red).

 

LEAVE A REPLY